Sel Darah Saat Mengalami Stres 2 Featured

Saturday, 25 April 2015 00:00 Written by  Published in Oksidan Read 1348 times

Interaksi stresor yang berlangsung lama semisal akibat kebiasaan merokok menyebabkan penurunan kadar catalase dan GPx. Menurunkan zat antioksidan pada tubuh dan meningkatkan kadar molekul H2O2 di dalam sel darah merah.

Selain itu, bahan bahan carsinogenic (pemicu kanker) yang terdapat di dalam rokok menambah konsentrasi radikal bebas. Tingginya kadar nikotin meningkatkan terbentuknya H2O2 (radikal bebas) yang dapat merusak membran spektrin sel darah merah.

Spektrin yang rusak dapat dilihat dari banyaknya sel darah merah yang tidak lolos saring. Bahkan pada perokok, kadar H2O2 semakin bertambah banyak oleh karena asupan nikotin 30-90 mg dari rata-rata dua bungkus rokok yang dihisapnya setiap hari.

Sel darah merah bersifat elatis dan hal ini dapat dilihat pada proses penyaringan. Elastistas sel darah merah akan menyebabkan penyesuaian diameter darah ketika melewati celah kapiler pada penyaringan.

Secara spontan kembali ke bentuk semula tanpa mengalami perubahan bentuk maupun fungsi. Darah hasil penelitian dengan subjek para perokok aktif dan orang yang bukan perokok sebagai pembanding.

Dengan cara penyaringan sel darah merah menggunakan membran polikarbonat berdiameter pori 5um. Dengan tekanan konstan sebesar 100 mmHg dalam waktu tiga menit pertama didapatkan kesimpulan merokok dapat mengurangi nilai sel darah merah yang lolos sering.

Untuk mendapatkan nilai persentase darah yang lolos saring, darah diambil dari vena mediana cubiti manusia sebanyak 4 ml kemudian dimasukkan botol yang mengandung anti-pembekuan darah lalu disaring dan dibedakan sebagai darah lolos saring dan tidak lolos saring.

Kemudian dihitung jumlah sel darah merah lolos saring (dalam persen) yang  didapat dari rasio antara jumlah sel darah merah yang lolos saring dengan jumlah sel darah merah yang tidak lolos saring dikalikan 100 persen.

Pada perokok terjadi penurunan elastisitassel darah merah sampai 47 persen dan penurunan elasitistas sel akan berdampak fatal  bila penurunannya sampai di bawah 47 persen.

Namun berapapun persentase penurunan nilai elastisitas sel darah merah tetap perlu diwaspadai karena akan mempendek umur sel darah merah.

Oleh sebab itu wajar jika kebiasaan merokok ketika terjadinya stres akan melipatgandakan terjadinya serangan kanker. Hal ini dikarenakan pada kondisi stres, sistem imunitas cenderung  menurun.

Ini diperparah ketika jumlah antioksidan tertekan akibat tingginya kadar nikotin dalam darah. Perpendekan umur sel darah merah akibat penurunan elastisitas sel darah merah juga akan melemahkan tubuh.

Maka yang terbaik dalam menghadapi stres adalah memperbanyak ibadah dan menjauhkan rokok sebagai pereda stres. (Dinukil dari buku Cara Cerdas Atasi Radikal Bebas karya Wahyudi Widada, S.Kep, M.Ked)

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | Tel. (+62) 778-4801831 & (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi NPWP 74.941.304.3-225.000 Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi & Yayasan An Nubuwwah Batam SK Kemenkumham RI Nomor AHU-0032582.AH.01.04.Tahun 2016 NPWP 80.269.773.0-215.000