Tentang Jurnalisme Investigasi Featured

Wednesday, 20 December 2017 18:44 Written by  Published in Jurnalistik Read 102 times

Jurnalisme investigasi merupakan salah satu bagian penting dalam dunia jurnalistik. Jurnalisme investigasi tidak hanya sekedar meliput, mencatat jawaban who, what, where, when, how dan why yang kemudian merekamnya dan dijadikan berita.

Wartawan yang menggeluti dunia investigasi harus bisa mencari data dan fakta yang lebih mendalam yang berhubungan dengan kasus yang sedang digelutinya. Mulai dari data dan fakta yang tampak di hadapan publik hingga data dan fakta yang belum terungkap di depan publik.

Kasus investigasi meliputi hal-hal yang memalukan, penyalahgunaan kekuasaan, dasar faktual dari hal-hal aktual yang tengah menjadi pembicaraan publik, keadilan yang korup, manipulasi laporan keuangan, bagaimana hukum dilanggar, perbedaaan antara profesi dan praktisi, hal-hal yang disembunyikan, dan lain-lain.

Wartawan investigasi mencoba mendapatkan kebenaran yang tidak jelas, samar, atau tidak pasti. Topik-topik investigasi mereka mengukur moralitas benar atau salah, dengan pembuktian yang tidak memihak yang didapat melalui riset atau penelitian. Tidak hanya sekedar menolak kesepakatan melainkan juga menyatakan apakah sesuatu yang terjadi itu sesuai dengan moral atau tidak.

Kegiatan investigasi sendiri memiliki tiga elemen dasar. Pertama, kegiatan ini merupakan ide orisinil dari investigatornya, bukan merupakan hasil investigasi orang lain yang dilanjutkan oleh sebuah media. Kedua, subjek investigasi merupakan kepentingan bersama yang memengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Dan yang ketiga adalah bahwa ada pihak-pihak yang mencoba menyembunyikan kasus tersebut dari publik.

Secara umum investigasi bisa diartikan sebagai upaya pencarian dan pengumpulan data, informasi dan temuan lainnya untuk mengetahui kebenaran atau bahkan kesalahan sebuah fakta. Umumnya memang hanya kalangan-kalangan tertentu saja yang bisa melakukan investigasi akan tetapi tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat untuk bisa melakukannya sehingga kegiatan investigasi ini bisa diperluas menjadi kegiatan publik.

Aktifitas jurnalisme investigasi mencakup fungsi-fungsi to describe, to explain, and to persuade. Reporter investigasi mengumpulkan akumulasi materi faktual ke dalam gambaran pengisahan yang utuh. Banyak dari berbagai materi itu yang perlu diperjelas dengan mengurutkan kembali letaknya pada sebuah konteks, kemudian menunjukkan keterkaitannya, sebab dan akibatnya, serta konsekuensinya.

Pada akhirnya, pekerjaan jurnalisme investigasi justru mengajak masyarakat untuk memerangi pelanggaran yang tengah berlangsung dan dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Kerja jurnalisme investigasi masuk ke dalam berbagai wacana publik yang tengah bergejolak atau berkonflik. Pada saat-saat tertentu, para juranalis investigasi ikut terlibat di dalam alur perkembangan politik nasional.

Kakateristik

Jurnalisme investigasi memiliki beberapa karakteristik. Di antara cirri-siri liputan investigasi sebagai berikut;

  1. Riset dan reportase yang mendalam dan berjangka waktu panjang untuk membuktikan kebenaran atau kesalahan hipotesis
  2. Paper trail yang dilakukan untuk mencari kebenaran dan mendukung hipotesis
  3. Wawancara yang mendalam dengan pihak-pihak yang terkait dengan kasus yang sedang diinvestigasi
  4. Pemakaian metode penyelidikan polisi dan peralatan anti kriminalitas. Termasuk metode penyamaran serta memakai kamera tersembunyi

Jurnalisme investigasi berbeda dengan kegiatan jurnalisme investigasi lainnya. Liputan jurnalisme investigasi tidak berdasarkan pada agenda pemberitaan yang terjadwal. Peliputannya pun tidak dibatasi pada tekanan-tekanan waktu. Wartawan investigasi memaparkan kebenaran yang mereka temukan, melaporkan adanya kesalahan-kesalahan serta menyentuh dan mengafeksi masyarakat terhadap persoalan yang ditemukan.

Jurnalisme investigasi tidak terikat dengan deadline, yang artinya seorang reporter investigasi tidak diminta untuk membuat laporan harian. Ia memiliki rentan waktu yang lebih lama sehingga ada kebebasan mengembangkan bahan-bahan yang sudah diperoleh. Ia harus menelusuri kasus tersebut sampai benar-benar tuntas serta membuat masyarakat mengetahui akan kebenaran dari kasus tersebut.

Cara Bekerja

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa investigasi tidak hanya sekedar mengumpulkan data kemudian mengolahnya menjadi berita.namun ada tahapan-tahapan tertentu yang harus dilakukan oleh wartawan investigasi untuk mensukseskan laporan investigasinya. Langkah investigative reporting, antara lain;

Conception
Unsur awal dari kerja investigasi ini berkaitan dengan apa yang disebut sebagai pencarian ide. Dan menurut Williams sebuah ide atau gagasan ide bisa didapat melalui saran dari seseorang, menyimak dari berbagai sumber, membaca, kepekaan dalam suatu peristiwa, dan bisa melalui observasi secara langsung

Feasibility Study
Hasil dari mengonsep suatu gagasan atau ide yaitu dengan mengukur kemampuan dan perlengkapan yang diperlukan yang bisa menghambat terhadap jalan kerjanya suatau kegiatan investigasi seperti jumlah anggota investigasi atau tim investigasi, tekanan-tekanan yang didapat baik secara personal maupun intansi media lain, dan menjaga kerahasiaan tema atau usulan investigasi dari individu atau intansi media lain

Go-No-Go Decision
Langkah ini merupakan pengukuran dari hasil investigasi yang akan dilakukan. Setiap liputan investigasi harus dapat memperhitungkan hasil akhir dari proyek investigasi atau penyelidikan yang akan dilakukan, dengan kesepkatan melanjuti peliputan atau menghentikan peliputan investigasi

Base Building
Langkah ini berkaitan dengan upaya dari wartawan untuk mencari dasar pijakan atau dasar teori dalam menganalisis suatu kasus atau peristiwa yang akan dikupas secara lebih mendalam

Planning
Langkah perencanaan yang berkaitan dengan langkah kerja yang akan dilakukan baik peliputan yang berawal dari perencanaan, pengumpulan data, penyusunan, dan pemilihan orang yang akan melakukan tugas-tugas tertentu

Original Reseach
Kegiatan ini umumnya terbagi menjadi dua, papers trails dan people trails. Papers trails adalah pencarian berbagai keterangan yang bersifat tekstual. Ini meliputi penggalian terhadap sumber-sumber skunder seperti surat kabar, majalah, selebaran, naskah-naskah, buku referensi, desertasi, tesis, database komputer, internet dan lain-lain Di samping itu yang lebih penting adalah dokumen-dokumen primer seperti, naskah, perjanjian, catatan administrasi, pajak, data-data kelahiran, kematian, keuangan, sampai database pemerintah. Sementara itu, people trails meliputi pekerjaan mencarai dan mewawancarai sumber-sumber terkait

Reevaluation
Setelah semua data terkumpul dan dievaluasi, kembali pertanyakan, haruskah investigasi dilanjutkan? Atau haruskah disusun sekarang? Atau ditunda dulu untuk sementara waktu?

Filling the Gap
Ini adalah fase kegiatan yang mengupayakan beberapa bagian yang belum terdata

Final Evaluation
Tahap ini berbeda dengan tahap sebelumnya. Tahap evaluasi final ini ialah mengukur hasil investigasi dengan kemungkinan buruk atau negatif, seperti, menghitung apakah pekerjaan penelusuran ini berdasarkan pretensi jurnalisme atau politik atau lainya. Atau bahkan tidak terkait dengan kaidah dasar pekerjaan kewartawanan. Bila diekspos, apakah tidak ada persoalan dengan privasi (hak privasi) dari seorang tokoh publik. Di sini juga diperhitungkan keamanan sumber-sumber yang tak mau disebutkan, atau diberitakan. Di tepi lain, perlu perhitungan apakah berita ini melanggar hukum atau tidak. Dan yang paling penting adalah mengevaluasi keakurasian pihak-pihak yang hendak diaporkan, sesuai dengan standar jurnalistik

Writing And Writing
Menulis laporan investigasi memerlukan kesabaran, ketekunan dan kemauan untuk terus memerbaiki penulisan berita, secara terus menerus bila diperlukan

Publication and Follow-Up Stories
Pelaporan berita investigasi biasanya tak hanya muncul dalam satu kali penerbitan. Masyarakat kerap menunggu dari masalah yang telah diungkap. Penyelesaian dari pihak-pihak yang terungkap dan sebagainya. Apa yang dilakukan oleh wartawan investigasi dilatarbelakangi oleh hasrat untuk mengoreksi keadilan, menunjukkan adanya kesalahan. Adanya dorongan moral dalam diri mereka untuk memberitahukan kepada masyarakat akan adanya ketidakberesan dalam lingkungan sekitar mereka. Wartawan investigasi sering kali menarik masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan jurnalistik mereka

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | Tel. (+62) 778-4801831 & (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi NPWP 74.941.304.3-225.000 Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi & Yayasan An Nubuwwah Batam www.an-nubuwwah.or.id SK Kemenkumham RI Nomor AHU-0032582.AH.01.04.Tahun 2016 NPWP 80.269.773.0-215.000