Ulasan Feature & News Feature

Tuesday, 22 November 2016 02:28 Written by  Published in Jurnalistik Read 465 times

Apakah yang disebut sebagai news feature? Dalam ilmu jurnalistik, feature merupakan salah satu bentuk tulisan non fiksi, dengan karakter human interest yang kuat.

Feature adalah sebuah tulisan jurnalistik juga, namun tidak harus mengikuti rumus klasik 5 W + 1 H. Feature merupakan jenis tulisan yang lebih bersifat menghibur.
 
Isinya terkadang sesuatu yang remeh dan luput dari liputan wartawan saat menuliskan straight news. Tulisan ini tidak terlalu terikat dengan tenggat waktu.

Ia bisa ditulis kapan saja dan dipublish kapan saja. Karenanya, tulisannya enak, awet, dan tidak membosankan.
 
Menulis feature lebih “santai” tidak dituntut tenggat dan bisa bicara apa saja. Memang konsekuensinya, nilai beritanya tidak ‘hard’ alias tidak banyak diburu orang. Bagaimanapun orang cenderung kepada berita terbaru dari yang santai.
 
Sebuah feature hendaknya ditulis dengan gaya bertutur, deskriptif, paparan. Sehingga susunan kata dan kalimatnya mampu menggambarkan atau melukiskan suatu profil atau peristiwa tertentu.

Oleh karena itu, feature sesungguhnya sebuah “cerita”, tapi bukan cerita mengenai fiksi melainkan mengenai fakta. “A feature is a story about facts, not about fiction” (feature ialah cerita tentang fakta, bukan tentang fiksi).

Sedangkan karya tulis tentang fiksi disebut novel, cerita pendek. Bentuk tulisan feature tidak terpaku pada bentuk piramida terbalik.

Justru mengharapkan pembaca mengikuti dengan seksama dari awal hingga akhir tulisan. Kalau diberita langsung (straight news) pembaca cukup membaca paragraf awal tulisan, maka di dalam feature justru inti tulisan baru ditemukan bila membaca dari awal hingga akhir.
 
Dalam penulisan berita feature, agar tidak tersesat ke mana mana maka wartawan harus menentukan dulu angle (sudut pandang) tulisannya. Dengan demikian, judul dan tema menjadi pemandu arah setiap kalimat-kalimatnya.
 
Dalam sebuah berita straight news, feature setidaknya bermanfaat sebagai;
 
a. Penghibur dan pengembangan imajinasi yang menyenangkan
b. Sarana ekspresi yang paling efektif dalam memengaruhi khalayak
c. Wahana pemberi nilai dan makna terhadap suatu keadaan atau peristiwa
d. Pemberi informasi tentang suatu situasi, keadaan, atau peristiwa yang terjadi
 
Tulisan feature memiliki beberapa ciri khas, di antaranya:
 
Human Interest

Tulisan feature memberikan penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah emosi, menghibur, memunculkan empati, dan keharuan (drama).

Dengan kata lain, sebuah feature juga harus mengandung segi human interest atau human touch menyentuh rasa manusiawi. Karenanya, feature termasuk kategori softnews (berita ringan) yang pemahamannya lebih menggunakan emosi.

Berbeda dengan hard news (berita keras) yang isinya mengacu pemahamannya dan lebih banyak menggunakan pemikiran (logika atau pendalamanan)
 
Mengandung Sastra

Satu hal penting dalam sebuah feature adalah harus mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan cara atau gaya menulis fiksi. Karenanya, tulisan feature mirip dengan sebuah cerpen atau novel bacaan ringan dan menyenangkan.

Namun tetap informatif dan faktual. Maka seorang penulis feature pada prinsipnya adalah seorang yang sedang bercerita dengan bahasa yang ringkas dan menarik
 
Maka sebuah feature dianggap sebagai berita yang sifatnya ringan dan menghibur. Ia menjadi bagian dari pemenuhan fungsi menghibur (entertainment) namun informatif, mendidik, dan memberikan sebuah solusi.
 
Ada berapa jenis feature yang selama ini dikenal dalam dunia jurnalistik?
 
Ada puluhan jenis feature. Mulai dari feature tentang manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, alam, sejarah, antropologi, luar angkasa, hantu-hantu, dllnya. Menurut Wolseley dan Campbell terdapat enam jenis feature di jurnalistik, antara lain:
 
1. Feature sejarah (hystorical feature)
2. Feature biografi (biografical feature)
3. Feature perjalanan (travelogue feature)
4. Feature yang mengajarkan keahlian (how to do feature)
5. Feature ilmiah (scientific feature)
6. Dan lain-lainnya
 
Di bawah ini sedikit penjelasan singkat mengenai jenis-jenis feature
 
1. Feature human interest (human interest feature), ialah feature yang langsung menyentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati, dan sebagainya. Misalnya, cerita tentang penjaga mayat di rumah sakit, kehidupan seorang petugas kebersihan di jalanan, liku-liku kehidupan seorang guru di daerah terpencil, suka-duka menjadi ustaz atau pendeta atau tokoh agama di wilayah pedalaman, atau kisah seorang penjahat yang sudah bertobat dan kini menjadi panutan masyarakat

2. Feature sidebar, ialah feature yang memberitakan bagian-bagian lain dari sebuah peristiwa besar yang di dalamnya mengandung unsur human interest. Seperti nasib para pengungsi yang kehilangan rumah ketika banjir bandang, kebakaran, angin topan, atau musibah besar yang meratakan rumah mereka. Contohnya adalah kisah para pengungsi Vietnam di Pulau Galang Kepri atau keluarga Aceh disapu tsunami, dll

3. Feature biografi (biografical feature). Misalnya, riwayat hidup seorang tokoh yang meninggal, tentang seorang yang berprestasi, atau seseorang yang memiliki keunikan sehingga beritanya bernilai tinggi (high news value). Contohnya kisah Presiden Soekarno, Soeharto, atau Abdurrahman Wahid. Itulah sebabnya, wartawan bisa menuliskan tentang profil para pemimpin di masa lalu, misalnya. Atau bisa juga menuliskan tentang kisahnya para ilmuwan yang menemukan angka nol, dllnya

4. Feature profil (profile features), menceritakan tentang sisi hidup publik figur, organisasi, dan komunitas masyarakat. Misalnya berita tentang proses hidup seorang pengusaha sukses yang berawal dari gelandangan, cerita sukses sebuah LSM dalam membangun masyarakat pedalaman, atau cerita miris komunitas masyarakat tertentu. Profile feature tidak hanya cerita sukses saja, tetapi juga cerita kegagalan seseorang. Tujuannya agar pembaca dapat bercermin lewat kehidupan orang lain

5. Feature perjalanan (travelogue feature). Misalnya menceritakan pengalaman berkesan dari sebuah perjalanan. Misalnya kunjungan ke tempat bersejarah di dalam ataupun di luar negeri, atau ke tempat yang jarang dikunjungi orang. Dalam feature jenis ini, biasanya unsur subyektivitas menonjol, karena biasanya penulisnya yang terlibat langsung dalam peristiwa atau perjalanan itu mempergunakan “aku”, “saya”, atau “kami” (sudut pandang point of view orang pertama). Ambil contoh tentang perjalanan menunaikan ibadah umroh atau haji di Arab Saudi. Perjalanan ke Tanah Suci itu bisa dituangkan dalam sebuah tulisan bergaya feature yang menarik. Maka saat bepergian ke luar negeri disarankan untuk membawa buku catatan kecil, laptop, atau sejennisnya untuk menuliskan seluruh peristiwa yang dialami sebagai bahan penulisan

6. Feature “di balik layar” (explanatory features), menceritakan tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik suatu peristiwa. Misalnya, cerita atau berita tentang fakta-fakta yang menyebabkan buruh mogok kerja, mahasiswa demontrasi, dll

7. Feature sejarah (hystorical feature), yaitu feature tentang peristiwa masa lalu, namun masih menarik diberitakan masa kini, seperti berita tentang peran Presiden Soeharto pada penumpasan G30 S/PKI yang sering diberitakan media massa menjelang beliau wafat. Misalnya juga peristiwa Keruntuhan khilafah Islamiyah, sejarah tentang Istana al Hamra dan benteng Granada atau ‘Melongok’ kejayaan Islam di masa lalu. Sejarah tentang kekejaman tentara Salib saat membantai kaum muslimin, sejarah pertama kali Islam masuk ke Indonesia dan sebagainya, dll

8. Feature musiman (seasonal features), bercerita tentang peristiwa unik dan menarik yang terjadi secara rutin, baik setiap tahun, setiap momen, atau setiap musim. Misalnya, cerita riuh-gembira orang-orang kampung ketika lebaran (hari raya Idul fitri) tiba, Natal, Dharma Budha, Nyepi, Paskah, dll

9. Feature tren (trend features), ialah feature yang menceritakan tentang gaya hidup komunitas tertentu atau masyarakat pada umumnya dalam jangka waktu tertentu. Misalnya gaya hidup remaja desa ketika ponsel atau blackberry mulai merambah ke kampung-kampung

10. Feature petunjuk praktis (tips), disebut juga how to do feature, ialah feature yang menjelaskan tentang bagaimana suatu perbuatan atau aktivitas dilakukan. Misalnya, tentang bagaimana caranya merawat mobil agar irit bensin, memasak, merangkai bunga, membangun rumah, seni mendidik anak, panduan memilih perguruan tinggi, cara mengendarai bajaj, teknik beternak cicak, teknis dan seni melobi calon mertua yang matre, dll

11. Feature ilmiah (scientific feature), ialah feature mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai oleh kedalaman pembahasan dan objektivitas pandangan yang dikemukakan, menggunakan data dan informasi yang memadai. Feature ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dimuat di majalah teknik, komputer, pertanian, kesehatan, kedokteran, dll. Bahkan surat kabar pun sekarang memberi rubrik science feature yang bertujuan mencerdaskan masyarakat
 
Apakah tema-tema berdasarkan bidang atau sektor kehidupan bisa diangkat sebagai feature?
 
Jawabannya bisa. Misalnya bidang sosial, politik, budaya, ekonomi, pendidikan, dllnya. Sektornya mulai dari kesenian, pemerintahan, perdagangan, atau yang lainnya.

Namun dalam mengangkat bidang, sektor maupun komoditas yang lebih konkrit menjadi sebuah feature, penulis akan menekankan segi manusianya, binatangnya, tumbuh-tumbuhannya atau alamnya. Bukan menekankan segi permasalahannya. Hal yang terakhir ini lebih tepat diangkat menjadi artikel atau esai.
 
Secara konkrit, bagaimanakah sebuah feature ditulis?
 
Misalnya ada kecelakaan pesawat terbang. Straight news-nya adalah berita tentang kecelakaan tersebut. Kemudian ada interpreted news dari maskapai penerbangan, pabrik pesawat, aparat perhubungan, pihak keluarga korban, dll mengenai kecelakaan tersebut. Ada lagi artikel dari seorang pakar cuaca yang mengulas kecelakaan tersebut dari aspek buruknya cuaca pada saat peristiwa terjadi.
 
Di sini, feature yang bisa ditulis antara lain mengenai istri atau anak pilot yang menjadi korban; pacar atau suami pramugari yang juga menjadi korban, petugas SAR yang tanpa kenal lelah membantu mengumpulkan jasad para korban, dll dan tulisannya menekankan segi human interestnya
 
Apakah yang disebut sebagai human interest?
 
Human interest bisa diartikan sebagai rasa kemanusiaan. Hingga feature yang disebut sebagai tulisan yang menekankan segi human interest. Tentunya tulisan yang menekankan segi bahasa yang bisa menyentuh rasa kemanusiaan pembacanya
 
Mengapa segi human interest paling diutamakan dalam sebuah feature?
 
Karena berita (news) sudah ditampilkan dengan lugas dan dengan bahasa yang sangat formal. Dalam tulisan artikel, fakta dan data harus dianalisis dengan serius dan diberi pendapat oleh narasumber (opini) sehingga hasilnya serius.

Agar pembaca media cetak tidak bosan, maka diperlukan sebuah bentuk tulisan yang menekankan segi human interest. Itulah sebabnya paling diutamakan untuk selingan diberitakan feature.
 
Dalam perkembangan lebih lanjut, berita pun bisa dikembangkan menjadi news feature, feature reporting, feature story, dll. Bahkan feature juga melahirkan bentuk tulisan yang lebih baru (generasi baru) yang disebut sebagai How To Do It Article (HTDI).

Cabang jurnalisme yang pertama kali mengenalkan bentuk tulisan HTDI adalah jurnalisme kedokteran atau kesehatan pada abad XVI dan XVII.
 
Apakah segi human interest tersebut sudah melekat pada meteri tulisan, atau merupakan kreasi penulisnya?
 
Segi human interest dalam sebuah feature, harus benar-benar faktual (berupa fakta nyata) yang melekat pada materi (bahan) tulisan.

Keterampilan penulis hanya dituntut untuk menyeleksi dan mengolah bahan-bahan tersebut, hingga ketika telah menjadi tulisan dan disampaikan ke pembaca, akan bisa menyentuh perasaan.

Kalau segi human interest tersebut merupakan hasil imajinasi atau keterampilan berpikir si penulis (opini), maka tulisan tersebut merupakan fiksi dan bukan jenis news feature
 
Apa sajakah yang bisa dikategorikan sebagai human interest?
 
Yang bisa dikatagorikan sebagai human interest antara lain masalah percintaan, perjalanan atau perjuangan hidup manusia, hewan, tumbuhan maupun alam (gunung api, bintang-gemintang), kelahiran atau kematian, penderitaan TKI yang disiksa majikan di luar negeri), ketabahan atau ketegaran dalam menghadapi cobaan atau godaan, dll
 
Apakah feature dengan tema penderitaan bisa digunakan untuk menjelek-jelekkan pihak yang mengakibatkan penderitaan tersebut?
 
Bisa. Namun feature tersebut akan menjadi feature propaganda. Nilai sebuah feature propaganda, akan lebih rendah dibanding dengan feature yang benar-benar hanya menceritakan penderitaan seseorang atau sekelompok orang. Sebab yang harus geregetan, marah, dsb adalah si pembaca media massa setelah mereka membaca feature tersebut
 
Bagaimana menulis feature (yang baik)?
 
Sebelum menulis, pertama-tama pilihlah kasus yang (sangat) menarik, yang menyangkut kepentingan banyak orang (publik), yang prestisius untuk ditulis.

Seorang wartawan atau penulis yang baik dan berpengalaman biasanya memiliki nose of news atau news sensibility (daya cium, daya endus berita) yang akan selalu bisa terasah jika ia memiliki “jam terbang” tinggi.
 
Namun demikian, nose of news bisa dilatih secara serius. Setelah menemukan obyek, kasus atau item tulisan, pikirkanlah apa kira-kira angle-nya.

Yang dimaksud dengan angle ialah “sudut pandang”, apa kira-kira masalah yang sangat penting dan relevan dari kasus tersebut. Untuk menentukan angle biasanya cukup sulit sehingga diperlukan pemikiran, perenungan, bahkan diskusi dengan kawan-kawan.
 
Bagaimana trik atau cara menulis feature?
 
Sebetulnya hampir sama dengan teknik menulis berita lainnya, hanya saja dalam menulis feature wartawan atau penulis dituntut untuk lebih ‘menyentuh’ dan memberikan nuansa lain dari sekadar sebuah berita.

Itu sebabnya, feature bisa berfungsi sebagai penjelasan atau tambahan untuk berita yang sudah disiarkan sebelumnya, memberi latar belakang suatu peristiwa, menyentuh perasaan dan mengharukan, menghidangkan informasi dengan menghibur, juga bisa mengungkap sesuatu yang belum tersiar sebagai berita.
 
Yang perlu mendapat perhatian dalam penulisan feature ini, adalah LEAD yang menarik. Lead dalam sebuah feature inilah yang sangat penting.

Jangan lupa, selain lead, wartawan juga harus membuat tubuh dan endingnya dari tulisan tersebut. Sangat boleh jadi ‘ending’ sebuah feature sama pentingnya dengan lead.
 
Jadi rasa-rasanya harus bisa menarik dan menggoda pembaca. Misalnya memberikan kesimpulan atau mungkin ada ‘celetukan’ atau sindiran yang menggoda pembaca.

Di sinilah editor paling pusing untuk memotong tulisan jenis feature karena hakikatnya tidak gampang. Sama sulitnya dengan ‘mengobrak-abrik’ naskah cerpen. Mengapa, karena semua bagian dalam sajian feature sangat penting
 
Harus diakui bahwa yang terpenting dalam pembuatan tulisan berjenis feature ini adalah lead. Kekuatannya ada di sana. Lead ibarat pembuka jalan.

Jadi upayakan benar-benar menarik dan mengundang rasa penasaran pembaca untuk terus membaca. Sebab, gagal dalam menuliskan lead pembaca enggan meneruskan bacaannya.
 
Gagal di sini berarti kehilangan daya pikat. Itu sebabnya, penulis feature harus mahir dan lihai menggunakan kalimatnya. Bahasanya rapi, terjaga, bagus, bertingkat, tidak berulang-ulang, atau mudah dicerna. Dalam hal ini, kelihaian menyusun kata demi kata yang terukir menjadi kalimat akan “memaksa” pembaca untuk mengkhatamkan tulisan feature tadi.

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Pusat Pengobatan Khusus Diabetes, Ginjal, Jantung, Skizofrenia, Medis & Non Medis (Gangguan Jin & Setan) | Anggrek Sari Blok G/2 Taman Baloi Batam Kota, Batam, Kepulauan Riau, Indonesia, 29463 | Call (+62) 812-6850-3533 & WA Only (+62) 813-2871-2147 | Didukung Yayasan An Nubuwwah Batam www.an-nunuwwah.or.id & CV. Rezeki Lumintu Abadi www.rezekilumintu.co.id | Daftar Online Klik Di Sini!