Mewaspadai Penipuan Investasi

Tuesday, 22 November 2016 01:54 Written by  Published in Motivasi Read 353 times

Penipuan investasi berkedok online sering kali menimpa masyarakat. Sebenarnya penipuan-penipuan investasi ini jarang yang memiliki skema atau cara-cara yang tergolong baru.

Umumnya model penipuan yang dilakukan merupakan cara lama atau hanya sedikit memodifikasi dari cara-cara lama yang digunakan untuk menipu calon nasabah.

Secara umum, skema lama untuk menipu berupa tawaran melalui telemarketing, kiriman surat, dan skema penjualan dari rumah ke rumah.

Apa yang diformulasikan dalam penipuan online merupakan modifikasi cara lama yang digunakan untuk mengecoh calon korbannya. Salah satu contohnya sebuah situs yang elegan yang menciptakan sebuah ilusi.

Dalam informasi yang diterangkan dalam situs itu mengenai perusahaan tertentu sehingga terlihat sebagai pemaparan informasi yang sebenarnya.

Sehingga nasabah menganggap perusahaan itu memang benar-benar perusahaan besar dan terkemuka. Apalagi jika ada link tautan ke situs-situ resmi, semisal badan pengawas investasi dan sebagainya.

Tidak menutup kemungkinan, seseorang akan menganggap bahwa situs tersebut tidak menipu. Dan ini sering kali terjadi dalam situs-situs penipu yang menawarkan investasi online.

Ada empat jenis penipuan investasi yang seringkali sukses dan memakan banyak korban-korbannya di Indonesia. Demikian penuturan Bachtiar A. Nugroho, Kepala Divisi Manajemen Risiko & Kepatuhan PT. Syailendra Capital.

Skema ponzi misalnya, sampai sekarang banyak yang menggunakan metode ini untuk memangsa korbannya. Berupa skema piramida, secara umum menggunakan dana dari investor baru untuk menutup komisi yang diberikan kepada investor lama.

Sistem penipuan model ini akan runtuh apabila tanggungan utang kepada investor lama lebih besar daripada dana segar yang diperoleh dari investor baru yang baru bergabung.

Penipuan investasi yang menggunakan skema ini pasti akan rontok juga, tinggal menunggu waktu. Skema ponzi sering digunakan untuk memberikan komisi berdasarkan member get member.

Selanjutnya model pump and dump. Untuk yang satu ini merupakan salah satu praktik penipuan investasi saham. Cara kerjanya, sekelompok kecil orang yang memiliki informasi khusus membeli saham sebelum mereka merekomendasikan kepada ribuan investor saham lainnya.

Hasilnya, lonjakan harga saham akan terlihat sangat cepat. Kemudian diikuti dengan turunnya harga saham yang cepat juga.

Secara umum para pelaku investasi ini akan menyebarkan isu-isu negatif yang bisa membuat harga saham turun tajam. Dengan begitu mereka akan bisa mendapat keuntungan dari short selling yang dilakukan.

Selain itu skema investasi luar negeri atau offshore investing. Jenis penipuan investasi berupa tawaran investasi yang berasal dari luar negeri.

Karena adanya perbedaan waktu, nilai tukar mata uang yang berbeda, dan tingginya biaya telepon panggilan internasional, dimanfaatkan para penipu untuk menjebak banyak investor.

“Kalau kita sudah menjadi korban, kita tidak bisa berbuat apa-apa karena akan sangat sulit untuk menjerat para penipu menggunakan proses penegakan hukum di Indonesia karena mereka di luar negeri,” ujar Bachtiar A. Nugroho kepada penulis beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, meskipun nasabah bisa memanfaatkan internet agar biaya jauh lebih murah daripada menelepon internasional untuk melakukan komplain, tetap saja, yang namanya penipu pasti tidak akan bergeming.

Untuk itu, nasabah harus waspada dengan tawaran investasi yang berasal dari luar negeri.

“Sebagaimana yang terjadi dengan kasus ECMC dan VGMC, mereka memiliki kantor perwakilan di Indonesia namun juga tidak jelas,” jelas Bachtiar A. Nugroho.

Selain sistem di atas, prime bank menjadi tren yang cukup diwaspadai. Jenis penipuan ini hampir sama dengan offshore investing.

Bedanya, mereka menggunakan informasi tentang daftar 50 bank besar dunia. Mereka menawarkan kepada calon korbannya tentang keuntungan yang besar yang bisa diraih apabila nasabah bergabung dengan mereka.

Mereka menawarkan instrumen investasi yang memiliki risiko rendah, misalnya tawaran untuk membeli surat berharga dana moneter internasional.

Terkadang mengiming-imingi calon korbannya dengan mengatakan bahwa dana yang diinvestasikan akan digunakan untuk transaksi jual atau beli instrumen finansial bank-bank top dunia.

Sehingga nasabah akan berpeluang untung mendapat keuntungan yang sangat besar. Namun kenyataannya, semua itu hanya kebohongan belaka dan apabila seseorang terbujuk rayuan mereka, sudah barang tentu nasabah akan kehilangan seluruh uangnya. Jika akan komplain, ke mana komplain akan ditujukan?

“Empat poin di atas merupakan jenis-jenis penipuan investasi online yang sering menelan banyak korban. Dengan mengetahui skema dan model yang digunakan, kita harus lebih waspada pada setiap tawaran investasi. Jangan karena iming-iming profit yang besar dalam waktu yang singkat, kita malah menjadi korban,” saran Bachtiar A. Nugroho.

Lantas bagaimana cara agar calon nasabah tidak terjebak penipuan investasi online? Calon nasabah harus ingat bahwa tidak semua penipuan investasi online menggunakan cara-cara yang baru.

Kebanyakan mereka masih menggunakan cara yang sama yaitu skema ponzi, pump and dump, atau skema investasi yang berasal dari luar negeri.

Bagi yang aktif di forum-forum online, sebaiknya tawaran investasi yang diunggah (posting) diteliti dulu. Sebab nasabah tidak tahu siapa sebenarnya yang mengunggah informasi itu.  

Jadi, jika ada tawaran yang menggiurkan anggap saja sebagai angin lalu. Namun jika masih penasaran, gali informasi sebanyak-banyaknya tentang investasi tersebut.

Tidak menutup kemungkunan kita sering dapat tawaran investasi yang dikirim ke alamat email. Perlu diingat bahwa setiap email tawaran investasi tersebut terkadang dikirim oleh seseorang yang sudah dibayar.

Jadi, kita harus skeptis (curiga) setiap tawaran yang ada. Kita harus berpikir secara logis atas kebenaran tawaran itu.

“Investasi dengan tawaran hasil extravaganza (passive income besar) perlu diwaspadai. Sebagaimana pepatah asing there is no such a free lunch, artinya tidak ada yang namanya makan siang gratis,” jelas Bachtiar A. Nugroho.

Pada umumnya, yang menawarkan jenis investasi semacam itu hanya fokus untuk mencari angota atau downline bukan menjalankan investasinya.

Tawaran investasi dengan janji profit bombastis cenderung rawan penipuan. Bentuk penipuan yang biasanya sering digunakan berupa investasi dalam bentuk koperasi dengan janji imbalan profit hingga ratusan persen.

Jika diperhatikan, selain dalam bentuk koperasi, penipuan investasi biasanya juga dalam bentuk multi level marketing.

Ada juga yang dalam bentuk sistem titip uang (arisan), dan uang yang terkumpul nanti akan digunakan untuk forex trading atau apapun istilahnya. Sudah banyak kasus penipuan seperti ini dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

Sebagaiman yang pernah terjadi dengan kasus penipuan yang dilakukan oleh PT. Gradasi Anak Negeri (GAN) dan kasus koperasi Langit Biru yang menyedot dana miliaran dari nasabahnya.

Kasus penipuan yang dilakukan oleh PT. Gradasi Anak Negeri dan Langit Biru adalah penipuan yang gagal bayar komisi atau return yang dijanjikan kepada investornya.

“Mungkin kita bertanya kenapa perusahaan semacam ini mampu berkembang dengan pesat dan memiliki banyak investor? Jawabannya karena masih banyak calon investor yang tergiur dengan hasil pengembalian bombastis yang ditawarkan,” sebut Bachtiar A. Nugroho.

Menurutnya, penipuan berkedok investasi sering terjadi di Jakarta, Jawa Barat, Sumatera, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Batam.

Perkembangan penipuan dalam bentuk investasi ini sangat cepat sudah seperti virus. Sebagai nasabah harus cermat dan waspada dengan model investasi. jangan sampai tergiur dengan tawaran hasil yang bombastis.

Ada juga modus investasi yang menawarkan beragam paket investasi dengan jaminan keuntungan 3 persen per hari. Modusnya, uang yang ditanam investor di-trading-kan dengan menggunakan robot forex super canggih yang bisa menjamin selalu untung.

Jika dihitung dengan pengembalian (return) 3 persen per hari dan sebulan terima profit 90 persen. Jika dihitung dalam setahun bisa mencapai 1.000 persen. lebih dari besarnya modal yang ditanamkan.

Pastinya hasil pengembalian sangat bombastis. Dalam kenyataannya tidak ada yang pasti dalam dunia trading, tidak ada kepastian akan selalu profit baik dalam trading forex ataupun trading saham.

Jika memang bisa selalu 100 persen benar atau selalu profit, mungkin sebaiknya perusahaan investasi tersebut tidak perlu repot-repot mencari investor bukan?

Calon nasabah dituntut untuk berhati-hati kepada orang yang berani menawarkan jaminan atau kepastian terhadap sebuah profit yang bombastis.

“Dan biasanya semacam itu adalah sebuah penipuan. Modus investasi yang menjamin keuntungan besar tanpa kegiatan yang jelas seperti itu sebenarnya adalah money game. Di mana uang yang disetor oleh member baru akan digunakan untuk membayar komisi member lama dan demikian seterusnya,” jelas Bachtiar A. Nugroho.

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | Tel. (+62) 778-4801831 & (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi NPWP 74.941.304.3-225.000 Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi & Yayasan An Nubuwwah Batam SK Kemenkumham RI Nomor AHU-0032582.AH.01.04.Tahun 2016 NPWP 80.269.773.0-215.000