Romantis Akhir Pekan di Singapura

Wednesday, 01 July 2015 02:00 Written by  Published in Motivasi Read 1085 times
Penulis melakukan foto di beberapa lokasi wisata di Singapura beberapa waktu lalu. Penulis melakukan foto di beberapa lokasi wisata di Singapura beberapa waktu lalu.

Singapura merupakan salah satu tujuan hang out masyarakat Batam dan Kepulauan Riau setiap akhir pekan. Salah satu titik menarik saat hang out di negeri singa ini adalah taman kota.

Beberapa taman kota di Singapura memang nyaman dikunjungi, baik bersama teman-teman atau keluarga. Jika Anda belum pernah ke Singapura, ada beberapa taman-taman kota di Singapura yang menarik dikunjungi seperti Pearl Hill City Park.

Walau Chinatown merupakan area yang sibuk di Singapura, namun di sini dapat mengunjungi Pearl Hill City Park. Tempat wisata ini berada di bukit dan memiliki penampungan air siap minum di pekarangannya.

Namun, yang pasti Pearl Hill City Park menjadi tempat yang pas untuk memperoleh ketenangan dan jauh dari keramaian kota. Kondisi tenang dan nyaman semakin lengkap dengan adanya kolam kura-kura yang sangat indah.

Di tempat ini juga ada beberapa meja piknik untuk istirahat makan siang dengan santai bersama kerabat. Selain itu, bisa menyaksikan juga keindahan West Coast Park. Spot yang kian populer dari West Coast Park adalah Marsh Garden.

Tetapi, jika Anda sedang mencari tempat yang jarang dikunjungi, maka kunjungilah spot di sisi Timur West Coast Park. Di sini Anda bisa melihat kolam ikan koi yang telah ada selama beberapa dekade.

West Coast Park memang menjadi tempat favorit untuk berkumpul bersama teman-teman dan keluarga sambil barbecue. Bahkan, di West Coast Park Anda bisa menyalurkan hobi, misalnya bermain remote control mobil, kapal, dan helikopter.

Tidak berbeda dengan Mount Emily Park berada di antara distrik Dhoby Ghaut dan Little India. Di sini terdapat taman bermain untuk anak-anak dan juga tempat bersantai para orang dewasa. Namun, di sini ada kisah menarik mengenai “pohon keramat” yang dijaga oleh seekor ular raksasa.

Ketika pohon keramat tersebut hendak dirubuhkan dengan buldoser, justru mobil berat tersebut yang terguling. Terlepas dari kisah itu, di Mount Emily Park terdapat ikon tempat makan, yakni Wild Rocket. Selain itu, bila Anda ingin makan besar bisa bergeser sedikit ke hang out hotel.

Selama akhir pekan, menjadi destinasi pilihan kunjungan. Untuk pengalaman lebih romantis cobalah mengunjungi Mount Faber. Setiap tahunnya di Mount Faber pohon pinus yang menjulang dan berbaris hingga ke puncak dihiasi lampu indah.

Di sini, dapat menikmati pemandangan Pulau Sentosa dan pelabuhan memukau. Jadi, sebenarnya di Singapura banyak pilihan untuk hang out atau sekedar jalan-jalan. Jika uang berlebih, tentu bisa belanja barang-barang dari sana.

“Kalau jalan-jalan sendiri ke sana tidak susah. Bisa berangkat pagi-pagi dari Batam dan pulangnya malam hari dengan last ferry,” ujar Kamaruddin Saban, Direktur PT. Nettour Batam Tours & Travel saat dijumpai di Nagoya Business Center Blok V Nomor 39 Batam, Rabu (25/2/2015).

Menurutnya, hang out ke Singapura tidak sekadar menghabiskan uang untuk belanja. Di negeri singa ini masyarakat bisa mengunjungi beberapa makam bersejarah yang menjadi tempat wisata. Pemerintah Singapura memang menggusur sebagian besar kuburan kota untuk dijadikan bangunan perkotaan.

Namun hingga saat ini terdapat dua kuburan kuno yang masih dipertahankan. Yakni seorang ayah dan putrinya yang merupakan keturunan Jawa muslim dari keluarga bangsawan. Cerita mereka telah melegenda dan dibuat menjadi sebuah film romantis berjudul Radin Mas pada 1959.

Kini, makam Putri Raden Mas Ayu menjadi tempat favorit untuk bersantai karena jauh dari keramaian kota. Meninggalkan makam Putri Raden Mas Ayu, Anda juga bisa mengunjungi tempat memorial lainnya, yakni Japanese Cemetery Park. Di sini merupakan taman memorial yang dikelilingi oleh rumah-rumah penduduk di Hougang di sebelah Timur Laut Singapura.

“Japanese Cemetery Park juga menjadi pemakaman orang-orang Jepang terbesar di Asia Tenggara dengan 910 batu nisan,” jelasnya.

Ada beberapa orang Jepang dimakamkan di sini, yakni Yamamoto Otokichi, yang merupakan orang Jepang pertama di Singapura. Selain itu, penulis yang pertama kali membawa realisme sastra Jepang di Singapura, Futabatei Simei, tentara dan penjahat perang, serta warga sipil lainnya juga dimakamkan di sini.

Selain makam, di sini juga ada beberapa pohon peninggalan, seperti pohon leci yang tidak berbuah karena iklim lokal. Selain itu, karena dahulunya makam ini perkebunan karet, terdapat juga peninggalan pohon karet. Pohon ini sering dikunjungi fotografer dan keluarga, serta pasangan kekasih.

Nggak Sekedar Jajan

Singapura dikenal orang sebagai tempat wisata belanja. Tapi jangan salah, padahal di negeri singa memiliki pantai yang bisa dikunjungi untuk sekedar hang out. Kebanyakan pantai di Singapura memiliki banyak cerita sejarah, namun memiliki keindahan tersendiri.

Ada banyak pantai yang bisa dikunjungi saat hang out di Singapura. Salah satunya Changi Village Beach. Pada ujung barat Broadwalk Changi terdapat Pantai Kerapu masih menjadi bagian Changi Beach.

Di sini bisa memancing ikan bersama kepiting tapal dan cumi-cumi. Selain itu, di Changi Village Beach ditemukan granit dari era Mesozoikum. Terdapat singkapan granit besar dengan lafaz Allah berbahasa Arab di atasnya. Kranji Beach battle site.

Ada banyak cerita menarik dari invasi Jepang ke Singapura 10 Februari 1942. Dalam perang ini dimenangkan Singapura, tetapi karena miskomunikasi garis pertahanan utama dibiarkan terbuka, sehingga tentara Jepang berhasil kembali menerobos dan menyerang berbagai wilayah.

Sekarang, tempat ini menjadi habitat dan tempat berwisata melihat satwa liar. Beberapa satwa liar di Kranji Beach battle site menjadi favorit, termasuk elang bondol atau lebih dikenal dengan sebutan Singapore Bald Eagle. Lalu Tanah Merah yellow beacon. Tanah Merah ini merupakan tebing laterit merah yang pernah ditemukan di sepanjang pantai.

“Ini digunakan sebagai penanda bahari. Tempat ini menjadi pintu gerbang terminal feri ke Bintan dan Batam. Timur dari daerah ini merupakan Tanah Merah yang tidak dapat diakses publik."

"Jika berputar dengan kapal melalui belakang melalui mercusuar kuning, selama perjalanan bisa menikmati pemandangan dan memancing ikan,” jelas Kamaruddin. Selamat menikmati wisata ke Singapura.

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | Tel. (+62) 778-4801831 & (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi NPWP 74.941.304.3-225.000 Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi & Yayasan An Nubuwwah Batam www.an-nubuwwah.or.id SK Kemenkumham RI Nomor AHU-0032582.AH.01.04.Tahun 2016 NPWP 80.269.773.0-215.000