Apa Tenaga Dalam Sesat?

Wednesday, 13 January 2016 23:21 Written by  Published in Renungan Read 1249 times
Ilustrasi tenaga dalam Ilustrasi tenaga dalam

Pertanyaan:

Saya baru saja menjadi anggota terapi tenaga dalam sejak 1990. Tujuan saya ingin memiliki kemampuan mengobati diri sendiri dan jika mungkin dapat membantu orang lain. Latihan setiap malam Rabu dan Jumat pukul 20.00 sampai 03.00 dengan proses sebagai berikut;

  • Berdoa mohon kepada Allah, yakni mohon keselamatan dan manfaat latihan serta mohon ditingkatkan iman dan takwa
  • Duduk nafas (tarik, tekan, lepas) disertai dengan zikir, dilanjutkan dengan tafakkur sambil mencoba mengalirkan tenaga dalam ke kaki, seluruh badan dan tangan
  • Latihan jurus disertai zikir dalam hati (banyak jurus)
  • Duduk nafas lagi dan doa penutup

Kesimpulan saya sementara tidak bertentangan dengan akidah Islamiyah, namun demikian setelah saya membaca rujukan yang lebih dalam, saya jadi risau. Jika bertentagan, di mana letak kesalahannya? Dan tolong saya diberi informasi agar saya tidak terus menerus dalam kesesatan. Terima kasih

Jawaban:

Dari pertanyaan dapat disimpulkan adanya dua permasalahan, yakni;
1.    Tentang tenaga dalam yang antara lain diperoleh dengan cara-cara seperti yang disebutkan
2.    Tentang pengobatan

Akan kami jawab satu persatu permasalahan di atas melalui pernyataan para ulama.

Pertama, Tentang Tenaga Dalam

Tenaga dalam merupakan salah satu bentuk ‘khawariqul ‘adah’ (kemampuan luar biasa, adakalanya berasal dari Allah, sebagaimana yang dianugerahkan kepada wali-wali-Nya. Dan ada kalanya berasal dari setan atau jin yang kemudian sering dianggap sebagai anugerah ilahi, padahal bukan.

Menurut para ulama, di antaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah (lihat Al-Furqan Baina Auliya’ir Rahman wa Auliya’isy Syaithan, hal 168-169, 321-322, 329-356), antara kedua ‘khawariqul ‘adah’ (kemampuan luar biasa) dapat dibedakan dengan dua tinjauan.

a. Melalui keadaan orang yang mendapatkannya

Apabila orang yang mendapatkannya adalah orang yang bertakwa, dari kalangan ahli tauhid, ikhlas dalam beribadah, tidak mengamalkan amalan-amalan bid’ah yaitu amalan ibadah yang tidak mencontoh tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bukan termasuk pelaku maksiat, maka apabila ia mendapatkan ‘khawariqul ‘adah’ berarti itu merupakan anugerah Allah.

Sebaliknya apabila yang mendapatkannya bukan dari kalangan ahli tauhid, seperti halnya orang-orang yang suka melakukan perbuatan syirik, misalnya memohon berkah melalui kuburan orang-orang yang dikeramatkan, mengadakan acara ‘haul’ (merayakan hari ulang tahun kematian) dll, maka yang diperolehnya adalah ‘khawariqul ‘adah’ (kemampuan luar biasa) yang berasal dari setan. Begitu pula bila yang memperoleh adalah yang suka melakukan perbuatan bid’ah, misalnya membaca zikir-zikir yang tidak disyari’atkan.

Seperti dengan membatasi jumlah-jumlah, bentuk-bentuk, suara-suara, atau cara-cara tertentu yang tidak ada contohnya dalam syari’at. Apabila demikian keadaan orangnya, maka ‘khawariqul ‘adah yang diperoleh adalah berasal dari setan.

b. Melalui sebab diperolehnya ‘khawariqul ‘adah’

Khawariqul ‘adah yang berasal dari Allah hanya bisa diperoleh dengan ketaatan, keimanan dan ketakwaan. Selain itu Islam tidak mengajarkan seorang muslim untuk beribadah untuk tujuan mendapatkan ‘khawariqul ‘adah' (kemampuan luar biasa). Justru itulah yang membedakan antara yang berasal dari Allah dan yang berasal dari setan.

Yaitu bahwa ‘khawariqul ‘adah’ yang berasal dari Allah tidak bisa dipelajari apalagi dibakukan menjadi semacam ‘ilmu kedigdayaan’, sedangkan yang berasal dari setan bisa dipelajari dan bisa dibakukan menjadi suatu ilmu. Sekalipun secara zahir dilakukan dengan membaca ayat atau dikir. Sebagaimana difirmankan Allah.

“Artinya: Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir iru mereka dapat menceraikan antara suami dan istrinya” (Al Baqarah: 102)

Ayat tersebut menunjukkan, bahwa ‘khawariqul ‘adah’ yang dapat dipelajari adalah sihir (berasal dari setan, sebagaimana yang diterangkan Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari X/223, cetakan Jami’ah Al-Imam Muhammad bin Saud – Riyadh)

Kedua, Masalah Pengobatan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menegaskan dalam Majmu’ Fatawa-nya hal.67-68, bahwa sebab yang Allah ciptakan untuk penyembuhan suatu penyakit ada dua bentuk.

  • Sebab-sebab yang syar’i, yaitu dengan membacakan ruqyah (pengobatan dengan bacaan Al-Qur’an) seperti yang dicontohkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan berdoakepada Allah dll
  • Sebab-sebab ‘hissiah’ (kongkrit), seperti obat-obatan yang dikenal dalam syari’at (madu dll). Atau obat-obatan yang diolah berdasarkan pengalaman dan penyelidikan ilmiah yang dapat memberikan pengaruh nyata, bukan sekedar sugesti atau khayalan. Seandainya hanya berupa sugesti atau sesuatu yang dikhayalkan menjadi obat lewat meditasi dan lain-lain, maka itu diharamkan bahkan termasuk syirik. Karena merupakan upaya menandingi Allah dalam menciptakan sebab terjadinya kesembuhan. Maka dari itu Allah pun mengharamkan pemakaian jimat-jimat, isim (rajah) dan yang sejenisnya, karena semuanya tidak memiliki sebab-sebab syari’ah maupun sebab-sebab ‘hissiah’ yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah

 

Kesimpulannya, tenaga dalam yang dipelajari berarti termasuk bentuk kemampuan luar biasa yang bukan berasal dari Allah, sebab kemampuan luar biasa tersebut diperoleh dengan cara-cara khusus, sekalipun dibungkus dengan doa-doa, zikir-zikir yang seolah-olah Islami.

Padahal bisa jadi doa-doaserta zikir-zikir tersebut, adalah doa-doa serta dzikir-dzikir bid’ah. Apalagi dengan tujuan untuk memperoleh tenaga dalam yang itu tidak pernah dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan salafu ash shalih. Karena itulah sebaiknya ditinggalkan saja kegiatan tersebut mumpung belum terjerumus terlalu jauh.

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam... (Asli Pisau)! Pengobatan Khusus Diabetes, Ginjal, Jantung, Skizofrenia, Penyakit Medis Lainnya & Non Medis (Gangguan Jin & Setan) | Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi www.rezekilumintu.co.id & Yayasan An Nubuwwah Batam www.an-nunuwwah.or.id | Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi | Daftar Online Klik Di Sini!