Ketika Aku Bisa Melihat Setan

Friday, 23 May 2014 00:00 Written by  Published in Renungan Read 1925 times

Dalam sebuah kisah, seorang lelaki dari Bani Israil berpuasa selama 70 tahun. Setiap tahun dia hanya berbuka tujuh hari saja.

Selama berpuasa, dia selalu bermohon kepada Allah agar diberi kemampuan melihat setan yang senantiasa menggoda manusia.

Meskipun doa itu dipanjatkan terus-menerus, namun Allah tetap menangguhkannya. Karena merasa sudah sangat terlalu lama permohonannya tidak dikabulkan, suatu saat lelaki itu berguman dalam hati:

"Seandainya aku dapat mengetahui berbagai kesalahan serta doa yang aku perbuat kepada Tuhanku, niscaya yang demikian itu lebih baik daripada perkara yang aku minta selama ini".

Sesaat kemudian atas perintah Allah, tiba-tiba malaikat datang menemui lelaki itu dan berkata;

"Sesungguhnya Allah telah mengutusku untuk menemuimu. Dia (Allah) berkata bahwasannya pernyataan yang baru saja kamu ucapkan tadi lebih disenangi oleh-Nya daripada ibadah (puasa) yang telah lama kamu jalankan selama 70 tahun itu".

Si pembawa pesan itupun langsung menghilang. Tidak lama setelah malaikat pergi, lelaki dari Bani Israil tadi dianugerahi Allah kemampuan melihat setan. Saat itu langsung dapat menyaksikan rombongan setan yang mengepung manusia di bumi.

Inilah kisah yang bersumber dari Wahab bin Munabbih. Setan memang tidak akan pernah berhenti mengepung dan menggoda manusia. Mereka datang dari berbagai penjuru, dari muka dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri (QS. 7 ayat 17).

Dan itu akan berlangsung terus-menerus hingga kiamat tiba (QS. 17 ayat 62). Dalam memperkuat godaan untuk menyesatkan manusia, para setan dibantu teman-temannya tanpa kenal lelah (QS. 7 ayat 202).

Dalam konteks kekinian, wujud setan semakin beragam. Kekuatan godaannya semakin dahsyat. Pada era globalisasi informasi, setan bisa berupa paket-paket informasi tertentu atau kemasan acara tertentu.

Di tengah maraknya produk-produk film, terutama film impor, setan bisa menyusup sebagai pemeran atau pemain. Setan juga dapat menyelinap dalam botol minuman-minuman tertentu.

Dalam tataran organisasi, kumpulan setan bisa bergabung dengan organisasi tanpa bentuk. Dan masih sangat banyak lagi penyerupaan yang lain. Dan seluruhnya bisa disimpulkan bahwa setan adalah tempatnya kesalahan.

Atau sebaliknya, kesalahan dan kebatilan adalah tempatnya setan. Memohon kepada Allah agar manusia diberi kemampuan melihat berbagai wujud setan terasa semakin relevan di era ketika batas-batas antara setan dengan yang bukan setan kian pudar.

Padahal batas tegas itu sangat diperlukan agar fokus sasaran perlawanan manusia tidak meleset. Sangat ironis apabila yang dilawan justru hal-hal yang seharusnya didukung.

Sebaliknya, tidak kalah ironisnya jika yang didukung adalah perkara-perkara yang semestinya diprotes. Yang menarik dari kisah ini adalah permohonan untuk dapat melihat setan dikabulkan setelah sang pemohon tergerak hatinya untuk mengetahui terlebih dahulu berbagai kesalahan atau dosa yang pernah diperbuatnya.

Mampu melihat atau mengetahui kesalahan atau dosa diri sendiri berarti mampu melihat setan. Maka alangkah indahnya jika setiap orang mampu melihat setan.

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya" (QS.7 ayat 201).

Dengan bertakwa dan mengingat Allah, manusia bisa melihat setan, maka hanya dengan bertakwa dan mengingat Allah itu satu-satunya cara melihat setan. Yakni untuk melawan segala macam bentuk setan yang dilihat, termasuk setan yang belum sempat dilihat. (Wiqayatul Insan minal Jin wasy Syayaathin)

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Pengobatan Khusus Diabetes, Ginjal, Jantung, Skizofrenia, Penyakit Medis Lainnya & Non Medis | Alamat: Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | Tel. (+62) 778-4801831 & (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi & Yayasan An Nubuwwah Batam | Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi