Nasihat Untuk Bapak Jokowi Featured

Sunday, 10 June 2018 00:07 Written by  Published in Renungan Read 243 times

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bismillahirrahmaaniirrahiim,
Allahumma shali ala Muhammad wa ala ali Muhammad.

Semoga Allah Subhanahu Wata ‘Ala senantiasa melindungi dan merahmati Bapak Presiden Ir. Haji Joko Widodo dalam mengemban amanah memimpin bangsa Indonesia. Dalam beberapa hari terakhir ini saya merasa sedih dan gelisah mendengar Bapak Joko Widodo sering diolok-olok, dihujat, difitnah, dan direndahkan martabatnya.

Padahal jika seorang pemimpin salah atau khilaf tidak boleh ditegur dengan dengan cara-cara yang tidak manusiawi. Apalagi dengan memfitnah, mengolok-olok, menghujat, atau dengan cara yang tidak pantas yang tujuannya merendahkan kewibawaan seorang pemimpin negeri. Sangat disayangkan juga mencela seorang pemimpin dengan tujuan menghancurkan martabatnya.

Saya sebagai seorang muslim, sebenarnya kurang pantas memberikan nasihat, saran, atau masukan untuk Bapak Joko Widodo. Mengingat, saya ini bukan siapa-siapa. Saya hanya seorang tukang bekam (hijamah) yang masih pusing dengan rutinitas saya sendiri. Mengurusi bekam saja ribet, apalagi urusan negara Indonesia yang sangat luas wilayahnya, tentu semakin berat dan kompleks.

Walau begitu, saya merasa terpanggil untuk memberikan saran dan masukan untuk Bapak Joko Widodo. Saya dan Bapak Joko Widodo seorang yang beragama Islam, maka kita adalah seiman dan bersaudara. Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam selalu mengajarkan hikmah dan nasihat kepada umatnya, sebagaimana yang dijelaskan dalam Alquran dan hadis-hadis shahih.

Pertama dengan bersabar menerima segala sesuatu yang sudah berlalu. Sebab sesuatu yang sudah terjadi merupakan takdir (ketetapan) Allah yang tidak bisa dimungkiri. Hal ini sebagaimana perintah Allah; “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan mengerjakan salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS. Al Baqarah 153).

Kedua jangan bersedih, selalu berlapang dada, dan memaafkan orang lain walau diri kita diperlakukan tidak baik oleh siapa pun. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam senantiasa berlapang dada meskipun disakiti dan dicaci. Nabi Muhammad ketika disakiti justru berbuat baik dan mendoakan orang yang menyakitinya. “Janganlah engkau bersedih sesungguhnya Allah bersama kita” (QS. At Taubah 40).

Ketiga terus berbuat kebaikan dan biarlah Allah yang menilainya. Selama ini Bapak Joko Widodo sudah melakukan terobosan untuk kemajuan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu tidak tidak usah khawatir sebab Allah Maha Melihat dan Mendengar. Firman Allah: “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS. An Nahl 128).

Padahal jika kita tahu, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan para sahabatnya melarang kaum muslimin untuk merendahkan dan menjelek-jelekkan penguasanya. Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda; مَنْ أَهَانَ سُلْطَانَ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَهَانَهُ اللَّهُ artinya; barangsiapa yang menghinakan pemimpin Allah di bumi, Allah akan menghinakan dia (HR. At Tirmidzi Nomor 2150).

Hadis tentang larangan menghinakan pemimpin memberikan bimbingan kepada umat Islam untuk menahan diri, tidak menjelek-jelekkan, dan tidak boleh menghinakan pemimpin muslim. Termasuk menjelek-jelekkan yang tujuannya meruntuhkan kewibawaan pemerintah melalui tulisan-tulisan di buletin, blog, website, maupun media sosial (medsos) di internet.

Di dunia ini tidak ada yang ma’sum kecuali Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam. No body is perfect. Siapa orangnya pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Demikian halnya saya, tentu memiliki banyak kekurangan. Oleh sebab itu, sebelum menilai kekurangan orang lain, alangkah mulianya kita menilai diri sendiri dulu untuk selanjutnya diperbaiki agar sampai kepada kesempurnaan.

Tulisan ini saya buat sebagai nasihat diri saya pribadi. Jika benar datangnya dari Allah Azza Wa Jalla dan bila salah atau keliru karena kesalahan dan kebodohan saya sendiri. Allah berfirman: “Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Asr 3). Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hormat saya;

Jubron Fahirro

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Pengobatan Khusus Diabetes, Ginjal, Jantung, Skizofrenia, Penyakit Medis Lainnya & Non Medis | Alamat: Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi & Yayasan An Nubuwwah Batam | Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi