TOP KISS: Refleksi 10 November

Friday, 11 November 2016 00:48 Written by  Published in Renungan Read 538 times

Keheningan malam di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) tersibak terang ketika puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah & Komunikasi Islam (STIDKI) Al Aziz Batam berkumpul di lokasi, Kamis (10/11/2016) malam.

Usai salat Maghrib, mereka terlihat sibuk menyiapkan alas duduk, sound system, makanan, dan piranti pendukung lainnya. Refleksi Hari Pahlawan di depan Taman Makam Pahlawan di Jalan Batu Aji Baru Batam Provinsi Kepuauan Riau, demikian kata mereka bersemangat sambil menunggu acara pengajian dimulai.

Ada yang berbeda kali ini. Makam yang biasanya sepi dan hening, saat itu menjadi ramai. Hilir mudik pengendara di seberang jalan seakan dihiraukan oleh para mahasiswa. Sebelum pengajian Hari Pahlawan, para mahasiswa berdiskusi terlebih dahulu. Mereka membahas isu-isu yang terjadi saat ini.

Tidak berselang lama, pemateri Candra P. Pusponegoro tiba di lokasi pukul 19.35 WIB. Acara langsung dibuka dan dilanjutkan dengan materi ini, yakni Berkencan dengan Takdir. Menurut dia yang juga dosen di STIDKI Al Aziz, tema malam itu sebagai acuan bahwasanya hidup dan mati seseorang di masa depan tidak bisa diketahui.

“Tanggal 10 November 1945 atau 71 tahun lalu sejarah pertempuran di Surabaya merupakan sejarah yang tidak boleh dilupakan. Para pejuang yang gugur dan diperingati sebagai Hari Pahlawan tidak boleh hilang dari ingatan manusia. Perjuangan pahlawan mempertahankan proklamasi kemerdekaan harus dikenang sepanjang masa,” ujar Candra mengawali ceramahnya.

Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan dikarenakan peristiwa hebat yang terjadi di kota Surabaya. Warga Surabaya atau arek-arek Suroboyo bertempur melawan serdadu NICA yang diboncengi Belanda. Insiden hotel Yamato di Surabaya menjadi pemicu pertempuran yang sangat sengit.

Kala itu, Belanda di bawah pimpinan Ploegman mengibarkan bendera Merah Putih Biru di atas hotel Yamato. Tentu saja hal ini memantik kemarahan masyarakat Surabaya. Masyarakat menganggap pengibaran itu adalah tindakan penghinaan kedaulatan bangsa setelah kemerdekaan diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

“Hotel Yamato dikenal dengan istilah Yamato Hoteru atau bernama Oranje Hotel ataupun Hotel Oranye di zaman kolonial. Kini namanya sudah berubah menjadi Hotel Majapahit dan lokasinya di Jalan Tunjungan Nomor 65 Surabaya,” urai pemateri bersemangat.

Mengapa tanggal 10 November dipilih selaku Hari Pahlawan? Alasannya, ketika itu para pejuang kemerdekaan bangsa bertempur dengan gagah berani bermodalkan bambu runcing untuk melawan tentara Inggris di Surabaya.

Walaupun saat itu para pahlawan memiliki senjata api, namun jumlahnya terbatas. Sehingga senjata untuk bertempur selain senjata api menggunakan bambu runcing. Walau demikian, nyali para pejuang tidak pernah gentar menumpas penjajah yang bersenjatakan perang lengkap.

Usai mengisahkan perjuangan, pemateri menyampaikan pentingnya menikmati kebahagiaan usai peperangan melawan penjajah. Dulu, saat penjajahan, seseorang untuk melakukan ibadah kepada Alloh masih diliputi rasa takut dan was-was.

Tentunya setelah merdeka dan tidak ada gangguan keamanan, bangsa Indonesia dapat menjalankan aktifitas sehari-hari dengan rasa aman, nyaman, dan damai. Kata pemateri, jika perang berkecamuk, maka aktifitas peribadatan menjadi terganggu sehingga menghilangkan kekhusyukan.

Oleh karena itu, hadiah kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh ribuan pahlawan seyogianya diisi dengan hal-hal yang manfaat. Caranya membangun dan melestarikan nilai-nilai perjuangan itu sendiri. Walaupun kenyataannya di lapangan, kesulitan dan kesusahan masih saja menghinggapi bangsa yang besar ini.

“Kita harus bersyukur dan bersyukur, karena jasa para pahlawan, kita bisa duduk dan menikmati suasana yang aman dan tenteram,” ujar pemateri.

Oleh karena itu, nikmatilah apa yang sudah kita dapatkan dan terus mensyukuri atas apa yang sudah diberikan. Walau bangsa Indonesia sudah merdeka, penjajahan gaya baru masih sering terjadi. Narkoba contohnya, salah satu tujuan peredaran narkoba adalah untuk membuat bangsa Indonesia tidak cerdas.

Oleh karena itu, mahasiswa harus berperan aktif di lingkungan keluarga dan masyarakat sekelilingnya untuk membentengi dan menghapuskan penjajahan-penjahan gaya baru. Terutama penjajahan pola pikir (mindsett). Refleksi Hari Pahlawan merupakan momentum kebangkitan moral dan spiritual.

Tentu saja dalam berkehidupan, seseorang harus mengetahui terlebih dahulu tentang karakteristik hidup. Di antaran karakteristik hidup itu adalah dinamika, problematika, dilematika, dan romantika.

Secara umum dinamika merupakan sesuatu yang mengandung arti tenaga (kekuatan), selalu bergerak, berkembang, atau bergantian (bergiliran).

Dinamika, sebagaimana firman Allah dalam Ali ‘Imran 140:

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“Jika kamu pada perang Uhud mendapat luka, maka sesungguhnya kaum kafir itupun pada perang Badar mendapat luka yang serupa. Dan masa kejayaan dan kehancuran itu Kami pergilirkan di antara manusia agar mereka mendapat pelajaran. Dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman dengan orang-orang kafir supaya sebagian kamu dijadikan-Nya gugur sebagai syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim (QS. Ali Imran 140)

Problematika, sesuai dengan firman Allah dalam Al Baqarah 155:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”

Dilematika, sesuai dengan firman Allah dalam Ali ‘Imran 159:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظَّاغَلِظَ اْلقَلْبِ لاٰنْفَضُّوْا مِنْ حَوِلِكَۖ  فَعْفُ عَنْهُمْ وَآسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِيْ اْلأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِۚ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ اْلمُتَوَكِّلِيْنَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”

Romantika, sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al Insyirah 5-8:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٦) فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (٧) وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ (٨

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (5) Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (6) Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (7) dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (8)

Karakteristik manusia di dunia nyata ini adalah penuh dengan kelupaan, kelemahan, keterbatasan, dan sering putus asa. Kunci sukses agar hidup di dunia selalu bahagia adalah menggunakan rumus TOP KISS.

Tenang (T). Apabila dihadapkan pada sesuatu yang sulit atau dilematis, seseorang harus TENANG terlebih dahulu. Sesegera mungkin mengingat Allah agar diberikan ketenangan dan ketenteraman. Sebagaimana janji Allah:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (QS. Ar Ra’d 28)

Optimis (O). Sikap OPTIMIS menjadi salah satu penyebab terjadinya perubahan dahsyat dalam kehidupannya. Sebagaimana janji Allah dalam surat Fushilat 30-31:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ 
نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu; (30) Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat, di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta”

Pasrah (P). Kepasrahan merupakan bentuk penghambaan manusia kepada Allah bahwasanya manusia tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan dalam menyelesaikan persoalan apapun. Seluruh persoalan dan kesulitan diserahkan kepada Allah. Janji Allah dalam surat At Thalaq 2-3:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”

Sedangkan KISS adalah rumusan dari Kuatkan silaturahim, Ikuti suara hati nurani, Selesaikan hidup dengan panduan Alquran dan hadis, serta Singkirkan hawa nafsu. Insya Allah seluruh persoalan hidup kita yang sukar diberikan jalan keluar oleh Allah.

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | Tel. (+62) 778-4801831 & (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi NPWP 74.941.304.3-225.000 Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi & Yayasan An Nubuwwah Batam www.an-nubuwwah.or.id SK Kemenkumham RI Nomor AHU-0032582.AH.01.04.Tahun 2016 NPWP 80.269.773.0-215.000