Pakai Jarit Kalau Ingin Masuk Candi

Sunday, 18 January 2015 00:00 Written by  Published in Sastra & Budaya Read 1489 times
Candra P. Pusponegoro (tengah) memberikan penjelasan sejarah candi kepada Co-Executive Directors Institute for Training & Development (ITD) USA, Abdul Kareem Samake (kiri) dan Executive Directors ITD, Julie E. Hooks (kanan) di Candi Borobudur Candra P. Pusponegoro (tengah) memberikan penjelasan sejarah candi kepada Co-Executive Directors Institute for Training & Development (ITD) USA, Abdul Kareem Samake (kiri) dan Executive Directors ITD, Julie E. Hooks (kanan) di Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan sebuah candi Budha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Letak candi ini ± 40 km (25 mil) di sebelah barat laut Yogyakarta, 100 km di sebelah barat daya Semarang.

Di atas bukit pada dataran yang dikelilingi dua pasang gunung kembar yaitu Gunung Sundoro-Sumbing di sebelah  barat laut. Sedangkan di sebelah timur laut Gunung Merbabu-Merapi, di sebelah utaranya terdapat bukit Tidar, lebih dekat di sebelah selatan terdapat jajaran perbukitan Menoreh.

Candi ini terletak dekat pertemuan dua sungai yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo di sebelah timur. Candi diartikan sebagai bangunan keagamaan purbakala. Candi juga dikaitkan dengan bangunan seperti gerbang dan gapura.

Sedangkan nama Borobudur pertama kali ditulis dalam buku yang berjudul Sejarah Pulau Jawa yang dibuat oleh Sir Thomas Raffles. Menurut legenda Jawa, daerah ini dikenal sebagai dataran Kedu yaitu tempat yang dianggap suci dan disanjung sebagai taman pulau Jawa.

Alasannya karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya. Raffles menulis mengenai monumen bernama borobudur, akan tetapi tidak ada dokumen yang lebih tua yang menyebutkan nama yang sama persis.

Pada naskah Jawa Kuno yang berjudul Negara Kertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365. Nama Bore-Budur, yang kemudian ditulis BoroBudur, kemungkinan ditulis Raffles dalam tata bahasa Inggris untuk menyebut desa terdekat dengan candi itu yaitu Desa Bore (Boro).

Raffles juga menduga bahwa istilah Budur yang berkaitan dengan istilah Budha dalam Bahasa Jawa yang berarti purba dan bermakna boro purba. Akan tetapi arkeolog lain beranggapan bahwa nama Budur berasal dari istilah bhudhara yang berarti gunung.

Banyak teori yang mengemukakan asal nama Candi Borobudur antara lain nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara. Yang berarti gunung (budhara) di mana terdapat teras-teras di lereng-lerengnya. Dalam etimologi kata Borobudur berasal dari ucapan para Buddha karena pergeseran bunyi menjadi Borobudur.

Teori yang lain menyebutkan bahwa istilah Borobudur berasal dari dua kata yaitu bara dan beduhur. Kata bara berasal dari kata vihara sedangkan dalam bahasa Sansekerta yang berarti kompleks candi atau biara.

Dan beduhur artinya tinggi, sedangkan dalam bahasa Bali yang berarti di atas. Jadi maksudnya adalah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi. Candi ini berbentuk stupa yang didirikan pada tahun 800-an Masehi oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.
 
“Candi Borobudur menjadi inspirasi dunia dan masuk dalam salah satu keajaiban dunia. Kalau studi tour, candi ini sudah sering dikunjungi seluruh siswa atau pelajar dari Indonesia dan luar negeri,” ujar M. Dahri, Kepala Operasional Museum Karmawibhangga Candi Borobudur, Jumat (23/1/2015).
 
Wisatawan yang akan mengunjungi Candi Borobudur tidak diperbolehkan mengenakan celana pendek atau rok di atas lutut. Peraturan ini berlaku mulai 1 Pebruari 2010. Manajemen PT. Taman Wisata Candi Borobudur menerapkan peraturan ini agar wisatawan domestik dan mancanegara menaatinya.
 
Sejak di loket tempat pembelian karcis, pengelola memeriksa para wisatawan dan meminjamkan kain panjang berupa jarik untuk menutupi bagian bawah tubuh para wisatawan yang masih mengenakan celana pendek atau rok mini.

Peraturan ini sebagai salah satu wujud apresiasi dan penghormatan terhadap warisan nenek moyang bangsa Indonesia.
 
“Candi ini usianya sudah sudah berusia 1.200 tahun, kita sebagai generasi sekarang ii harus bisa memberikan penghargaan dan penghormatan,” demikian ujar M. Dahri, Jumat (23/1/2015).
 
Dijelaskannya, ada satu dokumen mengenai riwayat Borobudur yang menuliskan bahwa pada zamannya seluruh masyarakat setempat mengenakan kain sarung.

Selain itu, pengelola menerapkan pelarangan mengenakan sepatu berhak tinggi (high heels shoes) dan juga sepatu kulit. Larangan ini berkaitan dengan pelestarian dan keawetan candi itu sendiri.
 
“Dari penelitian, salah satu penyebab keausan batu karena gesekan dengan sepatu yang berhak tinggi dan sepatu kulit. Oleh karena itu, bagi wisatawan yang mengenakan sepatu berhak tinggi dan sepatu kulit diminta untuk mengganti dengan sandal karet,” jelas M. Dahri mengemukan alasan pelarangan itu.

Untuk melakukan aktivitas hang out di Borobudur bisa dilakukan sendiri atau melalui biro travel khusus. Jika ingin hang out sendiri bersama keluarga, satu orang membutuhkan anggaran sekitar Rp 2,5 juta.

Biaya ini untuk pembelian tiket pesawat dari Batam menuju Yogyakarta pulang pergi dan akomodasi. Dari Batam bisa terbang langsung dari Batam menuju Yogyakarta selama dua jam non stop. Tawaran ini diberikan maskapai Lion Air yang melayani jadwal penerbangan sehari sekali menuju Yogyakarta.

Yakni berangkat pukul 09.40 WIB dari Batam dan tiba di Yogyakarta  pukul 11.40 WIB. Tidak ada perbedaan waktu antara Batam dengan Yogyakarta. Setibanya di Yogyakarta bisa langsung naik taksi, carter, atau bus menuju Magelang selama 45 menit perjalanan darat.

Untuk harga tiket pesawat standar sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 1 jutaan. Jika peak season, harga tiket bisa lebih dari itu. Namun pemesanan di luar musim liburan bisa memperoleh harga yang lebih murah.
 
“Harga tiket standar Batam tujuan Yogyakarta sekitar Rp 800-an ribu sekali jalan dan ini tergantung musim. Kalau pas promo bisa dapat murah lagi. Setiap hari ada dari Batam menuju Yogyakarta pukul 9.40 WIB,” ujar GM Service Lion Air Grup, Ari Azhari, Jumat (23/1/2015).
 
Berbeda jika ingin mengadakan hang out melalui biro wisata tertentu, harganya bisa agak mahal. Tetapi tidak menutup kemungkinan bisa mendapatkan harga murah jika peserta hang out banyak.

Terlebih jika pesertanya pelajar atau mahasiswa yang jumlahnya sampai ratusan tentu saja ada harga penawaran khusus.

“Kalau paket tour tergantung jumlah pesertanya. Semakin banyak peserta, harganya bisa menjadi lebih murah. Kalau wisata edukasi ke Candi Borobudur kan tidak hanya ke sana saja, bisa juga mengunjungi Candi Prambanan, Museum Diponegoro, Museum Jogja Kembali, dan masih banyak wisata sejarah lainnya,” ujar Direktur Nettour Batam Batam, Kamaruddin Saban.
 
Selama berada di area Candi Borobudur, bisa mengunjungi museum Karmawibhangga atau tempat sejarah di dalamnya. Biasanya, jika wisatawan mengunjungi Candi Borobudur, mereka tidak melewatkan kunjungan ke Candi Prambanan dan Istana Ratu Boko. Selain kesenangan, hang out di lokasi ini akan menambah pengetahuan sejarah Indonesia. (berbagai sumber)

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | Tel. (+62) 778-4801831 & (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi NPWP 74.941.304.3-225.000 Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi & Yayasan An Nubuwwah Batam www.an-nubuwwah.or.id SK Kemenkumham RI Nomor AHU-0032582.AH.01.04.Tahun 2016 NPWP 80.269.773.0-215.000