Rindu Yang Sunyi, Rindu Tiada Bertepi

Saturday, 06 December 2014 00:00 Written by  Published in Sastra & Budaya Read 6799 times

Rindu Yang Sunyi, Rindu Tiada Bertepi

Diriku mencintai dengan kebenaranmu,
kekasihku, namun aku tidak tahu apakah
kekuatanku akan sampai kepada ruhmu
yang telah menjadi cahaya dalam kerinduan,
karena rasa penyesalan yang tiada akhirnya
dalam keterasingan di mana dirimu tidur,
dalam kebebasan dan keagungan cinta tanpa air mata.

Perpisahan merupakan malam, dan siang adalah harapan,
dan keinginan bagian kenyataan dari cinta kita,
tetapi mengapa engkau melakukan kebencian dari hatimu,
yang kemudian tertulis dalam lembar pengetahuan?
Benarkah rasa setiamu ada dalam ruhmu, hingga mereka yang
tuli mendengar bisikannya dan orang-orang yang buta
berjalan tanpa tongkatnya, dan nafasmu keluar melalui
perkataan orang-orang yang bisu?

Air mata telah menuju samudera, membasahi dan menghiasi
cakrawala dengan indahnya. Kekasihku, engkau adalah bintang
dalam jingga dari mutiara. Maka sebuah bintang dalam cakrawala
tidak bisa dikatakan indah, namun beribu-ribu bintang bertaburan
adalah keindahan dan keagungan. Setitik embun di atas samudera
adalah pantulan air mata dari hujan untuk kekasih, kemudian
desahannya menjadi untaian doa-doa dari seorang nelayan yang menjaring asap.

Kumpulan Puisi ”Keindahan Dukacita”
Menyibak Kehidupan Alam Kubur Baloi Kolam | 2014

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Pengobatan Diabetes, Ginjal, Jantung, Skizofrenia, Medis & Non Medis (Gangguan Jin/Setan/Sihir) & Lain-lain | Pelopor: #BEKAMSTERIL #BEKAMPISAUBEDAH #TIDAKPAKAIJARUM #TIDAKPAKAISILET | Alamat: Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Batam, Kepulauan Riau, Indonesia, 29463 | Call/SMS/WA (+62) 813-2871-2147 | Melayani Panggilan Antarkota Dalam & Luar Provinsi - Luar Negeri | Daftar Pasien Online Klik Di Sini!