Berebut Lokasi Sedekah di Tanah Suci

Saturday, 04 July 2015 00:51 Written by  Published in Wisata Read 1367 times
Suasana menjelang buka puasa di Masjid Nabawi di kota Madinah Al Munawarah Arab Saudi gustus 2012. Suasana menjelang buka puasa di Masjid Nabawi di kota Madinah Al Munawarah Arab Saudi gustus 2012.

Jemaah umrah yang sedang melakukan perjalanan religi ke tanah suci Madinah dan Makkah di Arab Saudi bakal disuguhi menu unik. Terlebih, jika mereka melangsungkan prosesi ritual pada bulan suci Ramadan.

Perbedaan yang signifikan terasa saat hendak berbuka puasa dan salat Tarawih. Selama Bulan Ramadan 1433 Hijriah (2012 M), ratusan pesedekah berebut tempat di dua masjid agung di kota suci ini. Yakni di Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Mekkah.

Seluruh usahawan atau dermawan berebut tempat untuk bersedekah. Jika di tanah air jemaah yang hendak berbuka berebut makanan dan minuman, di sini justru kebalikannya, pesedekahnya berebut tempat dan jemaah.

Ini seperti dikisahkan oleh Muhammad Nuruddin, pembimbing (muthawwif) ibadah haji dan umrah Nettour Batam dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurutnya, setiap Ramadan di Arab Saudi, semua orang kaya Arab berlomba-lomba bersedekah. Makanan dan minuman yang disuguhkan kepada jemaah, harga makanan dan minumannya berkelas.

Di sini, menu buka puasa disajikan dengan aneka makanan yang lezat dan menggugah selera. Sebut saja kurma madu hingga kurma ajzwa (kurma nabi), roti Mesir, roti Yaman, susu kaleng Marogi, minuman jus buah, dan pisang Mesir.

Berbagai makanan dan minuman itu disediakan secara gratis dan jor-joran. Masing-masing jemaah yang ingin berbuka bisa memilih lokasi yang paling disukai.

“Setiap menjelang berbuka di bulan Ramadan, masyarakat di Arab Saudi berlomba-lomba melakukan sedekah sebanyak-banyaknya. Makanan dan minuman yang paling mewah sekalipun tersaji dan digelar membentuk shaf (barisan) di dalam dan luar dua masjid agung itu,” jelas Nuruddin yang sudah lima tahun berada di Arab Saudi, kepada penulis, Minggu (29/7/2012).

Sebelum waktu salat Magrib tiba, lanjutnya, 1-2 jam pesedekah sudah menyiapkan aneka makanan dan minuman yang terbaik. Mereka biasanya datang lengkap dengan asisten dan karyawannya, paling sedikit berjumlah lima orang. Asisten ini bertugas mengusung dan membawa puluhan kilo makanan atau minuman ke pelataran dan ke dalam masjid.

Namun, sebelum makanan dihidangkan, para asisten sudah menyisir seluruh ruangan di dua masjid. Mereka membentangkan alas seperti terpal, plastik, atau kain untuk menghidangkannya.

Di sinilah biasanya para pesedekah sering beradu mulut dengan pesedekah lain. Mereka berkompetisi agar hidangan yang disuguhkan selama jelang berbuka bisa habis dilahap ratusan jemaah.

Untuk itu, para pesedekah sebisa mungkin mencari lokasi di seluruh penjuru ruangan dalam masjid. Bila terlihat kosong, maka asiten dan pesedekah langsung menggelar kainnya.

Di situlah aneka hidangan diberikan kepada jemaah secara gratis. Bahkan, jika mereka ingin membawa makanan dan minumannya pulang ke rumah atau hotel, juga dipersilakan. (Catatan Kecil Perjalanan Umrah Ramadan 1433 H / Agustus 2012)

“Makanan dan minuman didatangkan dengan jumlah yang sangat besar. Siapapun boleh memakannya dengan sepuas-puasnya atau dibawa pulang. Pemandangan ini setiap hari terjadi, dan semakin hari semakin banyak makanan dan minuman yang disajikan,” ujar Nururddin.

Penulis yang berada di lokasi Masjid Nabawi beberapa waktu lalu menyaksikan aktivitas yang sangat istimewa ini. Di halaman dalam dan luar Masjid Nabawi (seluas sekitar 8 hektare), saat menjelang berbuka selalu penuh sesak.

Jemaah menyesaki lokasi untuk ikut berbuka puasa, dan pesedekah yang jumlahnya ratusan orang hanya membagi-bagikan makanan dan minuman gratis. Sebelum buka puasa (ifthor jama’i) dilangsungkan, para jemaah dari seluruh dunia bisa memilih tempat lebih dulu.

Tidak ketinggalan, drum-drum berisi air zam-zam juga disediakan di masing-masing lokasi yang sudah ditetapkan. Ini agar setelah jemaah menyantap berbuka dan ingin meminum zam-zam, bisa lebih mudah menjangkaunya. (Catatan Kecil Perjalanan Umrah Ramadan 1433 H / Agustus 2012)

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | Tel. (+62) 778-4801831 & (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi NPWP 74.941.304.3-225.000 Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi & Yayasan An Nubuwwah Batam www.an-nubuwwah.or.id SK Kemenkumham RI Nomor AHU-0032582.AH.01.04.Tahun 2016 NPWP 80.269.773.0-215.000