Harbour Bay, Unforgettable Moment

Sunday, 11 December 2016 03:27 Written by  Published in Wisata Read 521 times

Berlabuh di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau sangat menyenangkan. Di sekitar pulau dikelilingi lautan luas dan di dalamnya ada dam (bendungan) Duriangkang.

Orang dari luar Batam menyebut Batam sebagai surga Indonesia setelah Jakarta dan Bali. Sisi eksotis pemandangan menjadi daya tarik untuk berkunjung ke Batam. Apalagi dengan produk elektronik yang ditawarkan sangat murah. Urusan makanan, di Batam banyak sekali cafe-cafe yang lokasinya eksotis.

Apabila tiba di Batam dan ingin menikmati wisata, salah satu cafe yang memiliki pemandangan laut berada di kawasan terpadu Harbour Bay di Jalan Duyung Jodoh. Lokasi terpadu ini sangat dekat dengan pusat kota. Di sini ada mal, hotel, apartemen, apotek, tempat hiburan, restoran sea food, dan cafe.

Artis, musikus, praktisi hukum, pengusaha, pejabat, atau siapa saja dipastikan pernah berkunjung ke Harbour Bay. Jika ingin ke Karimun bisa juga naik kapal dari pelabuhan Harbour Bay. Tidak lupa mereka yang datang dari Singapura sering menggunakan Harbour Bay sebagai tempat berangkat atau pulang.

Cukup ditempuh selama 30 menit dari atas laut. Banyak kapal-kapal tujuan Singapura menuju Harbour Bay. Begitu juga sebaliknya dari Singapura tujuan Batam. Di sekitar lokasi ada transportasi darat, mulai taksi atau ojek.

Sejak tiga tahun terakhir mulai 2012-2014 sudah sering digelar ASEAN Jazz Festival tingkat internasional. Pengunjungnya dari tanah air dan mancanegara. Mulai artis, musisi kondang, pejabat, hingga masyarakat umum tidak pernah absen menikmati pagelaran jazz yang murah meriah.

Di sisi lain, di lokasi ini sangat sangat populer dengan aneka masakan laut (seafood). Ada banyak tempat 'nongkrong' sambil kuliner. Namun, jika tidak suka seafood, ada makanan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Mulai sup, ayam bakar, ayam lada hitam, sup jamur, bakso, sayur lodeh, sayur asam, pepes, ayam penyet, atau masakan Padang. Beragam kuliner ini tentu saja dimasak dengan resep khas dari setiap daerah di Indonesia.

Masakan nusantara ini dapat menjadi referensi mereka jalan-jalan. Untuk menikmati makanan nusantara bisa datang ke Pujasera Nagoya, Pujasera Harbour Bay, Pujasera Mukakuning, Pujasera Seraya, Pujasera Mitra Mall Batu Aji, atau Pujasera Golden Land. Khusus yang ingin 'narsis' di tepi laut yang dekat pusat kota, tentu saja Harbour Bay pilihannya.

Terlebih mereka yang sedang melawat ke Batam, tentu ingin mendapatkan kesempatan mencicipi makanan khas daerah. Demikian juga saat bertugas kantor di Batam, harus pandai menyisihkan waktu untuk menikmati makanan khas Batam. Baik menikmati saat makan siang atau makan malam.

Di tepi Harbour Bay Jodoh Batam, kita akan memasuki kawasan terpadu. Paling ujung dekat pantai berdiri aneka macam rumah makan yang menawarkan pemandangan laut alami. Menu masakan seafood sangat lengkap. Mulai ikan steam, ikan ala Thai, kepiting lada hitam, udang segar steam bawang putih, ayam goreng, atau ikan jenis lainnya.

Tidak terlewatkan ada sajian telur asin, tahu, dan sayur kailan‎. Selama berada di sini, tempat yang didesain khusus di tepi laut akan memberikan kenikmatan bagi pengunjung. Mulai dari pemandangan laut, lalu lalang kapal laut, atau gedung pencakar langit negara tetangga. Pemandangan yang sangat menarik hanya bisa didapatkan di Harbour Bay‎.

“Pengunjung akan menikmati pemandangan laut yang indah. Soal pemandangan belum ada yang bisa menandingi selain lokasi ini. Asyik pokoknya,” ujar musisi dan pesohor jazz Haji Dwiki Dharmawan kepada penulis saat berkunjung di Harbour Bay, beberapa waktu lalu.

Jika untuk wisata, dipastikan pengunjung akan betah berada di lokasi. Apa alasannya? Lokasi ini sangat dinamis pemandangannya, sehingga tidak membuat bosan. Semilir angin dan suasana yang syahdu terasa sampai ke relung jiwa. Setiap akhir pekan, tempat yang luas ini menjadi tujuan wisata turis Singapura atau Malaysia yang ingin menyantap seafood.

Menunya Sangat Lengkap

Bagi para pecinta seafood, Batam memang salah satu kota yang wajib dikunjungi para wisatawan. Mereka akan dengan mudah menemukan restoran seafood yang tersebar di setiap sudut kota, mulai dari mall, kaki lima, sampai restoran pinggir laut.

Ada banyak restoran-restoran seafood yang menawarkan masakan andalannya. Seperti di De Patros Cafe, Wey Wey Seafood, Restoran Harbour Bay, atau yang lainnya. Pengunjung tinggal memilih sesuai dengan kesukaan. Di Wey Wey Seafood misalnya, restoran seafood yang berlokasi di Harbour Bay memang mengusung konsep restoran seafood pinggir laut.

Suasana alam yang ditawarkan merupakan salah satu daya tarik tersendiri bagi para pelanggan. Restoran ini sangat ramai, begitu juga dengan restoran seafood lainnya. Di sini ada Ikan Lebam Bakar, Cah Brokoli Polos, Cah Kangkung Polos, Ayam Asam Manis, Sotong Goreng Tepung atau yang lainnya.

Asmin Patros, pengelola De Patros Cafe menyebutkan banyak pilihan menu seafood di cafenya. Bisa untuk pribadi atau rombongan. Kalau rombongan biasanya dari travel atau wisatawan.

“Ramainya sore menjelang malam. Kalau akhir pekan, Anda harus pesan tempat (booking) dulu biar kebagian,” ujar Asmin Patros.

Pesona Dwiki Larutkan Pengunjung De Patros

Tembang berjudul Night in Indonesia mengawali perjamuan persiapan ASEAN Jazz Festival Ke-6 di De Patros Cafe, Harbour Bay, Jodoh Batam, Kamis (19/9/2013). Alunan musik yang dimainkan selama lima belas menit menyentak keheningan tepi pantai Harbour Bay, Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
 
Tepat pukul 20.55 WIB, pesohor jazz dunia, Haji Dwiki Dharmawan, menyempatkan waktunya untuk jam session selama 40 menit. Ia ditemani pianis Nita Aartsen, bassis Adi Darmawan, pemain perkusi Steve Thronton, dan sejumlah musisi jazz kenamaan tanah air.

Saat pembawa acara menyebut nama Dwiki Dharmawan dari atas panggung, pengunjung yang menikmati makan malam terpesona. Konsentrasi terpecah dari meja makan kemudian menatap Dwiki Dharmawan sambil bertepuk tangan.

Dipanggil namanya, Dwiki langsung berdiri dan membalas tepukan tangan pengunjung dengan senyum dan lambaian tangan. Dengan tersenyum dan ramah, Dwiki menyapa seluruh pengunjung yang hadir dengan menghadapkan wajahnya kepada seluruh pengunjung.
 
Suasana syahdu berubah meriah tatkala Dwiki dan para musisi memainkan tembang Night in Indonesia yang diplesetkan menjadi Night in Batam. Pengujung terkesima mendengar permainan musik yang merdu dan menyenangkan. Puluhan pengunjung senang dan menyantap makan malam sembari mendengarkan musik. Termasuk Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Guntur Sakti.
 
“Selamat malam, saatnya kita menikmati musik jazz malam ini. Selamat makan dan mari kita dengarkan,” ujar Dwiki Dharmawan dari atas panggung kepada tetamu yang hadir.
 
Disapa Dwiki, pengunjung langsung menyambutnya dengan riuh tepuk tangan membahana. Selama 15 menit, para musisi jazz menyuguhkan lagu Night in Indonesia. Tidak lama berselang lima menit istirahat, lagu kedua berjudul Karapan Sapi turut disuguhkan. Hentakan musik yang merdu menjadikan pengunjung larut dalam kesyahduan.
 
Dalam pagelaran ASEAN Jazz Festival Ke-6 ini, dijadwalkan para musisi jazz dari dalam dan luar negeri akan hadir pada Jumat (20/9/2013) dan Sabtu (21/9/2013). Sajian musik jazz akan dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Sebelum bermusik, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sapta Nirwandar akan membuka gelaran musik yang sangat meriah ini.
 
Kepada Tribun, Dwiki mengatakan, beberapa kompilasi musik berbeda akan disuguhkan untuk pagelaran nanti. Ia menyebutkan, dalam tiga panggung yang sudah disipakan panitia akan mencerminkan komposisi diaspora Indonesia.

Dikatakannya, Indonesia lebih terkenal di luar negeri, kini, kata Dwiki, saatnya masyarakat harus mengenal Indonesia itu sendiri. Dalam pagelaran yang sangat spektakuler nantinya, permainan musik tidak hanya berkiblat kepada fushion jazz. Melainkan persembahan musik lintas jazz lainnya.

Swing jazz misalnya, juga akan disuguhkan untuk ribuan pengunjung yang hadir nanti. Gelaran ASEAN Jazz Festival Ke-6 ini banyak kolaborasi musisi jazz Indonesia dan musisi jazz international di setiap panggung.
 
“Insya Allah sudah siap, ada sekitar 50 artis jazz. Musik jazz ini memiliki unsur improvisasi sekaligus unsur kebebasan berekspresi sehingga dalam sebuah kolaborasi akan sangat mudah dan nikmat didengar,” ujar suami penyanyi pop kenaamaan Ita Purnamasari meyakinkan.
 
Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Kepulauan Riau, Guntur Sakti mengatakan, pagelan jazz skala internasional ini diagendakan akan terus dilakukan di Batam. Menjadi sebuah langganan bagi para musisi dunia untuk tampil di sini. Selain obyek wisata di Batam dan Kepri menyenangkan, lokasi Batam sangat strategis dan berdekatan dengan negara-negara Asia.
 
“Kami terus meningkatkan pagelaran akbar ini. Hiburan ini untuk masyarakat, malam ini hanya pertunjukkan kecil. Untuk sajian akbarnya Jumat (20/9) dan Sabtu (21/9) malam. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menyaksikan acara kita ini,” ujar Guntur Sakti.
 
Dalam persiapan pagelaran ASEAN Jazz Festival Ke-6 ini, hadir Kasubdit Promosi Luar Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Raseno Arya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kota Batam, Drs. H. Yusfa Hendri, M.Si. Yusfa menyebutkan, gelaran ASEAN Jazz Festival Ke-6 kali ini sungguh luar biasa. Ini terselenggara berkat kolaborasi dari berbagai pihak dan sponsor.

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | Tel. (+62) 778-4801831 & (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi NPWP 74.941.304.3-225.000 Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi & Yayasan An Nubuwwah Batam www.an-nubuwwah.or.id SK Kemenkumham RI Nomor AHU-0032582.AH.01.04.Tahun 2016 NPWP 80.269.773.0-215.000