Keangkeran Hutan Mata Kucing

Sunday, 06 November 2016 23:48 Written by  Published in Wisata Read 473 times

Hutan Mata Kucing menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Batam Povinsi Kepulaun Riau yang memiliki banyak keunggulan. Keberadaan hutannya masih sangat alami.

Rimbunannya pepohonan di lokasi menciptakan suasana hutan terkesan ‘angker’. Hijaunya pemandangan di dalam hutan menambah kesegaran dan kenyamanan tersediri.

Berdasarkan penelusuran penulis, hutan wisata Mata Kucing beroperasi sekitar tahun 2003. Kawasan ini memiliki luas lahan sekitar 190 hektar yang didesain sangat cantik dan menarik.

Ada beberapa satwa liar yang dikandangkan. Seperti kera, buaya, biawak, ular, gabon, burung, kucing, ikan, beruang, dan beberapa hen wan liar lainnya.
 
Selama berada di lokasi, tidak semua tempat bisa dikunjungi. Ada beberapa tanah yang tidak rata dan letaknya seperti bertebing. Pengelola sudah memberikan papan informasi di titik tertentu.

Harapannya, para pengunjung mematuhi peringatan selama di dalam kawasan hutan wisata. Salah satunya, dilarang membuang puntung rokok atau sampah sembarangan.
 
Untuk masuk ke lokasi wisata ini, pengunjung cukup mengeluarkan biaya Rp10.000,00 per orang dewasa dan anak-anak Rp5.000,00.

Bagi pengunjung yang mengendarai sepeda motor, biaya parkirnya hanya Rp1.000,00 dan mobil Rp2.000,00.

Dukungan lokasi parkir kendaraan yang tersedia luas dan sangat representatif ditambah hadirnya toilet yang cukup bersih.
 
Jika pertama kali mengunjungi hutan Mata Kucing, dari pintu utama sudah terdengar suara hewan gabon berwarna hitam.

Suaranya yang khas menandakan bahwa pengunjung benar-benar berada di dalam hutan. Walau bunyi satwa-satwa liar memekakkan telinga, pengunjung tidak perlu khawatir, hewan-hewan ini berada di dalam kandang yang aman.
 
Dari pintu utama masuk, jika belok ke kiri pengunjung akan disuguhi kolam ikan yang cukup luas. Di sini terdapat banyak jenis ikan.

Sedangkan jika pengunjung langsung berjalan ke tengah dari pintu utama, mereka akan disuguhi kera-kera liar yang dikurung dalam lima kandang. Di sebelah kanannya, terdapat dua kandang besar berisi gabon berwarna hitam.
 
Tidak boleh dilewatkan, di sebelah ujung kandang kera ini ada tembok sebagai simbol hutan Mata Kucing. Di sana ada tulisan “Wellcome to Mini Zoo” yang artinya selamat datang di hutan mini.

Pada bagian atasnya bertuliskan Hutan Wisata Mata Kucing. Sebagai kenang-kenangan, pengunjung sering berfoto di depan tembok bercat hijau dan biru itu.
 
Selain tembok itu, terdapat juga ikon khusus dalam hutan wisata. Sebuah pagar setinggi dua meter dengan lebar tiga meter. Warna pagar ini hijau dengan ornamen pohon dan bunga.

Di tengahnya terdapat lingkaran yang bertuliskan “Hutan Wisata Mata Kucing, Batam Indonesia”. Di depannya sebuah tempat tanaman dengan kondisi yang menyenangkan.
 
Dua ikon dalam hutan wisata ini menjadi tempat favorit pengunjung untuk melakukan wisata, out bond, dan berfoto.

Di tembok terdapat ikon khusus yang menerangkan keberadaan hutan wisata itu sendiri. Lokasi ini sering dijadikan tempat berfoto bersama teman atau kerabatnya.  
 
“Ada ikan dan hewan-hewan liar, ini menjadi lokasi wisata yang murah dan sangat menyenangkan,” ujar Wak Nut, salah satu pengunjung hutan wisata Mata Kucing ketika dijumpai penulis, kemarin.
 
Cocok Untuk Outbond

Hijaunya alam hutan wisata Mata Kucing di Jalan Diponegoro, Sungai Harapan, Kota Batam, Provinsi Kepri, sungguh belum tertandingkan.

Di lokasi ini, wisatawan tidak hanya bisa menyaksikan pepohonan dan satwa liar. Melainkan mereka bisa melakukan camping atau outbond di lokasi dengan berbagai suguhan kondisi alam yang asri.
 
Dalam hutan wisata Mata Kucing pengunjung bisa menjumpai aneka wahana rekreasi lainnya. Misalnya flying fox, kolam renang, taman bermain anak anak, dan mini zoo.

Setelah berjalan-jalan menyusuri kawasan hutan, pengunjung dapat berkumpul bersama keluarga di pondokan beratap yang ada di tepi kolam ikan atau goa Mata Kucing.
 
Di lokasi ini, jalur pejalan kaki dengan rute-rute sekitar kolam atau kandang sudah tersedia dengan baik. Ditambah keberadaan arena untuk ayunan anak-anak, pendopo berteduh, atau halaman untuk bersantai.

Jika pengunjung tidak membawa makanan atau minuman, di dekat pintu utama ada kantin yang menyediakan kebutuhan makan atau minum.
 
Pengelola hutan wisata Mata Kucing, Netty Herawati mengatakan, khusus wisata camping dan outbond, calon pengunjung diwajibkan melakukan pemesanan terlebih dulu.

Jika tidak memesan, dikhawatirkan tempatnya sudah dipesan oleh wisatawan lainnya. Biasanya, wisatawan mancanegera hobi camping dan outbond di dalam hutan ini.
 
“Harus pesan dulu biar ada tempat. Pendopo di sini dapat menampung lebih 1.000-an orang. Mereka bisa membawa tempat kemah atau peralatan sendiri,” ujar Netty Herawati kepada penulis.

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | Tel. (+62) 778-4801831 & (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi NPWP 74.941.304.3-225.000 Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi & Yayasan An Nubuwwah Batam www.an-nubuwwah.or.id SK Kemenkumham RI Nomor AHU-0032582.AH.01.04.Tahun 2016 NPWP 80.269.773.0-215.000