Donasi

Friday, 02 November 2018 02:35

Sebagai wujud kepedulian itu, Kami menerima dan melayani pengobatan masyarakat yang tidak mampu secara gratis. Harapan Kami agar mereka bisa tertolong, sehat, dan bahagia seperti sebelum sakit.

Semoga untuk mewujudkan visi dan misi yang sudah berjalan selama bertahun-tahun, Kami diberikan kekuatan dan kelapangan. Tentunya, kami selalu berprinsip kepada keterbukaan dan keikhlasan.

Apabila Anda peduli dan sejalan dengan visi ini atau ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini, silakan salurkan sebagian rezeki Anda untuk penyembuhan mereka yang tidak mampu.

Donasi Anda akan kami belikan alat-alat, piranti, dan bahan-bahan untuk menolong mereka. Sehingga mereka yang tidak mampu bisa berobat gratis dan tidak menanggung derita lagi.

Kepada para donatur yang tidak bisa Kami sebutkan satu per satu di seluruh muka bumi yang sudah berpartisipasi kepada kegiatan ini, Kami mengucapkan terima kasih. Salam dan doa mereka menyertai Anda, karena mereka sudah menikmati bantuan Anda.

Donasi bisa Anda kirimkan melalui rekening Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi, BCA: 579-0159-154 atau Bank Mandiri: 109-001-047-3213 | Bengkel Manusia Bukan Sembarang Bekam...! Didukung oleh CV. Rezeki Lumintu Abadi dan Yayasan An Nubuwwah Batam SK Kemenkumham RI Nomor AHU-0032582.AH.01.04.Tahun 2016 NPWP 80.269.773.0-215.000

Perintah Infak, Sedekah, dan Zakat

"Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya" (QS. Saba' 39)

"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik" (QS. Al Baqarah 195)

"Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: Apa sahaja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya (QS. Al Baqarah 215)

"Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan" (QS. Al Baqarah 245)

"Wahai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebahagian daripada rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim" (QS. Al Baqarah 254)

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti dengan sebiji atau sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai (bulir), pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui" (QS. Al Baqarah 261)

"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (QS. Al Baqarah 262)

"Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai (memperolehi) sesuatu pun daripada apa yang mereka usahakan dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir" (QS. Al Baqarah 264)

"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat" (QS. Al Baqarah 265)

Tentang Saya

Friday, 02 November 2018 02:31

Candra P. Pusponegoro bin K. H. Faried Wattimenna Pusponegoro bin K. H. Amrullah Kusumo Hartono Pusponegoro bin Ny. Hj. Sa'idah Pusponegoro bin K. H. Muh. Syuhada Pusponegoro bin K. H. Khalifah bin Ny. Muhammad Musa bin K. H. Ahmad Rahim (Raden Mas Sutadirana) bin Raden Mas Sutawijaya bin Raden Ajeng Hayati Cakra Atmaja bin Kanjeng Gusti Pangeran Adipati (KGPA) Mangkubumi bin Paku Buana II bin Prabu Mangkurat Jawi bin Paku Buana I. He was born in Magelang, Central Java, Indonesia, 12th June 1981.

He is also The Master Oxidant Therapy Releasing in Indonesia, public speaker, lecturer, journalist & news editorial, health consultant, webmaster basic on Joomla and Blogspot, and a professional worker. He starts media treatment practices with Zam-zam water since 1997.

Being one of the initiators and founders of the clinic hijamah and ruqyah Bengkel Manusia Jakarta in 2005. I am a servant of God who have perfect knowledge and continue to develop a treatment concept of monotheism. Declared Oxidant Releasing Therapy treatment to public starting from 2000 until now.

Treatment

The cardiovascular system is made up of the heart and all of the blood and lymphatic vessels in the body. The heart acts as a pump to drive the blood; a complex fluid made up of digested food materials, respiratory gasses (oxygen being carried in, carbon dioxide being carried out), and protective and regulatory chemicals through the approximately 60,000 miles of vessels in the body.

Cupping (hijama) does not heal your body or have a direct effect on individual medical problems; per se. Cupping cleans the bodies’ cardiovascular system so disease never has a chance to develop. Where disease already exists, cupping cleans the system to help the system better fight and recover from the disease.

Noticeable benefits from cupping often come weeks, even months after a cupping (hijama) session. It is very foolish to wait till the point that your body is showing signs of problems. Cupping is best utilized as a preventative maintenance procedure for your body.

In short, it better enables your body to heal itself -- No drugs, no expensive treatment or therapy and above all, no operations. Cupping removes dead blood cells from the cardiovascular system. It is a bit like getting your radiator flushed. It should be done before your car overheats and the damage to your engine block or hoses are done.

Practitioners who emphasize cupping as a cure are like auto mechanics who claim flushing your radiator will cure your cracked engine block. Of course, your radiator should be flushed, but if it were properly maintained no damage would have resulted to your engine in the first place.

Fortunately the body, unlike an engine block can often repair itself. In the case of some ailments and conditions cupping, most effectively if they are applied soon after the event, can have a very positive effect. Nonetheless, it is always better to use cupping as a maintenance and preventative procedure.

Three Types of Cupping

1. Dry cupping; this is the process of using a vacuum on different areas of body in order to gather the blood in that area without incisions
2. Dry moving cupping; this is similar to dry cupping but olive oil is applied to the skin, before applying the cups in order to allow easy movement of the cups. This process allows the blood to flow and reach all parts of the body
3. Wet cupping (hijama/oxidant releasing therapy); this is the process of using a vacuum at different key point on the body but with small incisions in order to remove ‘harmful’ blood which lies just beneath the surface of the skin. Wet cupping should only be administered by a cupping or hijama expert. This is the method I use in most cupping sessions

Wet Cupping (The Real Treatment)

Also known as, hijama. During your hijama session with me, we will be cupping you using this method.  Blood cupping is a very effective method and can be used for many of common diseases with high success rate.

This treatment removes blood stasis (stagnated or congested blood) comprising of acidic toxic waste which slow down or block the blood vessels (capillaries) and reduce supply of oxygenated and nutrient rich blood to and removal of carbon dioxide and metabolic waste from our body cells.  

Accumulation of this blood stasis (stagnated or congested blood) increase with age and will cause our cells, tissues and organs to weaken, feel pain, lose sensation and function at lower efficiency. Blood cupping helps the body to get rid of blood stasis (stagnated or congested blood) which the body is unable to do on its own. Each cupping point will be cupped one to two times for a total of 15 minutes finally.

Specific points are cupped to treat each disease. During any given session I cup about 5 points for generally healthy person and 10 points for someone with specific complain.

A total of more than 70 diseases may be prevented including stroke, heart disease, high blood pressure (hypertension), IBS, heartburn, arthritis, migraine, liver disease (hepatitis), kidney problem, gout, high fever, myopia, snoring, asthma, breathing problems, etc. Let's come and enjoying your real health.

Working Experiences:

 1997-Curent, Media treatment practices with Zam-zam water
 2000-Curent, Practitioner Oxidant Releasing Therapy
 2005-Curent, Website Developer Based Joomla & Blogspot
 2005-Curent, Media and Magazine Consultant & Advisors
 2006-2008, General Manager at PT. Dian Media Karya Jakarta
 2009-2015, News Online Editorial www.tribunnewsbatam.com
 2013-Curent, Journalism Lecturer at UIB Batam
 2014-Curent, Journalism Lecturer at STIDKI Al Aziz Batam
 2015-Curent, Director of CV. Rezeki Lumintu Abadi
 2015-Curent, Chief in Editor www.centralnewsbatam.com

Educational 1999-2003:
 
 University; Sebelas Maret University, English Department, Faculty of Letters and Fine Arts
 Senior High School; STM Negeri (SMKN 1) Magelang, Automotive Mechanical/Engineering

National Keynote Speaker (Journal of Health):
 
 Republika (Selasa, 16 Agustus 2005)
 Republika (Selasa, 13 Desember 2005)
 Koran Seputar Indonesia (Senin, 16 Januari 2006)
 Tabloid Ibu Anak (No.370 Thn VII Edisi 30-7 Februari 2006)
 Harian Pos Kota Jakarta (Sabtu, 4 Februari 2006)
 Jelang Siang Trans TV (25 Januari 2006)
 Headlinews Metro TV (27 Januari 2006)
 Majalah Misteri (No.395 Edisi 20 April-4 Mei 2006)
 Majalah Al Kisah (No.10/Tahun IV/8 Mei-21 Mei 2006)
 Good Morning Trans TV (Sabtu, 1/6/2006) pukul 9.30-9.45 WIB
 Republika (Selasa, 11 Juli 2006)
 Tabloid Jelita Edisi 141, publised 17-23 Juli 2006
 Republika (Selasa, 12 September 2006)
 National Seminar with dr. Lula Kamal, Reza M. Syarief, Mercure Ancol, 4/10/2006
 Koran Seputar Indonesia (Rabu, 18 Oktober 2006)
 Sentuhan Qalbu Trans TV (Kamis, 26 Oktober 2006)
 Koran Tempo (Rabu, 1 November 2006)
 Republika (Selasa, 7 November 2007)
 Sinar Pembaruan (Jumat, 23 Februari 2007)
 Kajian Silaturahim Trans-7 (Kamis, 22 Maret 2007)
 Koran Tempo (Rabu, 1 November 2006)
 Republika (Selasa, 7 November 2007)
 Talkshow Radio Pekanbaru 89,2 FM (Minggu, 29 April 2007)
 Tribun Pekanbaru (Minggu, 6 Mei 2007)
 Metro Riau Pekanbaru (Rabu, 16 Mei 2007)
 Riau Pos (Senin, 16 Juli 2007)
 Riau Mandiri (Kamis, 19 Juli 2007)
 Media Riau (Sabtu, 21 Juli 2007)
 Riau Tribun (Senin, 23 Juli 2007)
 Talkshow, Discovery Minang 104,3 FM (Selasa, 7/8/2007)
 Talkshow, Discovery Minang 104,3 FM (Sabtu, 11/8/2007)
 Talkshow, Discovery Minang 104,3 FM (Minggu, 12/8/2007)
 Talkshow, Discovery Minang 104,3 FM (Selasa, 15/8/2007)
 Tribun Batam (Sabtu, 18 Agustus 2007)
 Talkshow, Discovery Minang 104,3 FM (Sabtu, 25/8/2007)
 Tribun Batam (Minggu, 26 Agustus 2007)
 Posmetro Batam (Minggu pertama September 2007)
 Sijori Mandiri (Minggu, 9 September 2007)
 Posmetro Batam (Minggu, 23 September 2007)

Organisational:
 
 1994-1995, Vice Chairman Intra-School Students Organization
 1996-1999, Chairman of Nurul Huda Organization
 1996-1999, Chairman at STM Negeri 1 Magelang
 1999-2003, Vice Chairman English Literature University Community
 1999-2003, Chief Editor the Campus Bulletin English Literature
 1999-2003, Chairman of the Publication TESA's Campus Theather
 2012-Curent, Advisory Board Journalists Universitas Internasional Batam
 2012-Curent, Member of Indonesian Journalists Association (PWI)
 2014-Curent, Kabiro Luar Negeri DPW BKPRMI Provinsi Kepri
 2014-Current, Journalist Lecturer at STIDKI Al Aziz Batam
 2015-Curent, Wadirnas I DPP LPPKM BKPRMI
 2015-Curent, Director CV. Rezeki Lumintu Abadi
 2016-Curent, Chairman Yayasan An Nubuwwah Batam

Other Performance Skills:
 
Candra have other expertise to create a website with joomla base and blogspot. Starting in 2005, several companies and institutions, both commercial and social use his services in the creation of websites, including managing, maintaining, and updating.
 
In addition to the expert in creating websites, he have the skills to operate the entire computer program, such as MS Office, Adobe Photoshop, Adobe Dream Weaver, Tortoise SVN, Coffee Cup HTML, and several programs related to the website.

Personal Sites:

www.bekam.or.id
www.terapioksidan.com
www.rezekilumintu.co.id
www.an-nubuwwah.or.id
www.candrappusponegoro.blogspot.com
www.terapioksidan.blogspot.com
www.bengkel-manusia.blogspot.com


Professional Website Production:

www.nettourbatam.net
www.nettourbatam.com 
www.nettour.id 
www.masjidrayabatam.net 
www.siottour.com 
www.batamtour.co.id 
www.guzreza.id 
www.centralnewsbatam.com
www.jualanminyak.com
www.konibatam.com
www.notarisppat.co.id
www.jualanminyak.com
www.an-nubuwwah.or.id
www.ashabulyamin.or.id 

Foreign Experiences:
 
 2010, Singapore, Asia
 2011, Saudi Arabia
 2012, Saudi Arabia
 2012, Sri Lanka, Kuwait, Qatar
 2013, Dubai, United Arab Emirates
 2014, Saudi Arabia
 2017, Saudi Arabia

Contact me could be sent message (SMS) or WhatsApp Number Only to +62813-2871-2147 or email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Teori Dasar

Friday, 02 November 2018 02:30

Setiap manusia di dalam tubuhnya dapat mengandung zat-zat kimiawi. Seperti timbal, insektisida, dan lain-lainnya yang berbahaya tanpa menderita gejala klinik. Perlahan-lahan kita telah menoleransi adanya zat-zat toksik ini dan telah menerima konsep tolerable limits dan maximal allowable concentrations.

Karena dalam kehidupan dunia modern ini tidak dapat dipisahkan dari kontak segala macam zat kimia. Pemberian antioksidan sudah melalui beberapa uji klinis sampai taraf pikogram dengan menyelidiki pergerakan obat di dalam tubuh.

Ini menyangkut beberapa hal, seperti absorpsi, distribusi, redistribusi, biotransformasi dan ekskresi dari obat. Pengetahuan mengenai hal ini sangat penting untuk menafsirkan efek terapinya dan toksisitas suatu obat.

Segala yang berkaitan dengan farmakokinetik memerlukan analisis kuantitatif dari obat dalam cairan biologik atau alat tubuh. Karakteristik absorpsi penting untuk diketahui, zat kimia dengan sifat koefisien partisi yang ditinggalkan serta derajat ionisasi yang rendah dan mudah diserap melalui dinding sel.

Sebaliknya, alkaloid dengan gugus molekul yang menyebabkan ionisasi yang baik akan sukar diserap. Banyak sekali faktor yang memengaruhi absorpsi ini, sehingga akan memengaruhi dosis dan tokisisitasnya.

Cara yang absorpsi yang perlu dipelajari sebaiknya sesuai dengan yang akan dipakai dalam klinik. Suatu obat yang akan dipakai lokal pada kulit harus dipelajari terutama berapa jauh absorpsinya melalui kulit.

Perbedaan konsentrasi dalam darah dari pemberian oral dan parerental dapat memberi gambaran tentang derajat absorpsi per oral. Setelah diserap, semua obat akan didistribusikan ke seluruh tubuh melalui peredaran darah.

Distribusi ini mungkin tidak akan merata dan kumulasi sering dilihat dalam alat tertentu. Efek obat dapat tergantung dari kumulasi dan efek toksiknya. Pengikatan obat oleh protein darah dapat mengurangi efektifitasnya.

Setiap obat akan dianggap oleh tubuh sebagai suatu pengotoran dalam lingkungannya. Konsekuensinya adalah tubuh merombak obat dalam bentuk yang dapat diekskresi (lebih larut di dalam air, lebih poler).

Metabolit yang terbentuk biasanya tidak aktif lagi dan toksisitasnya biasanya berkurang. Apabila biotransformasi terjadi cepat sekali, suatu obat tidak dapat digunakan dalam klinik karena kadar efektif tidak dapat dipertahankan (asetilkolin).

Metakolin dan karbakol ialah hasil yang mencerminkan sintesis obat yang lebih lama dibiotransformasi. Alat ekskresi yang paling penting adalah hati dan ginjal. Ekskresi obat dapat terjadi dalam bentuk asalnya maupun bentuk metabolit.

Pengetahuan mengenai hal ini sangat penting untuk toksiologi dalam keadaan keracunan. Suatu cara untuk meningkatkan diuresis hanya dapat berrfungsi apabila obat yang bersangkutan keluar melalui urin dalam bentuk aktif.

Parameter yang diperlukan untuk menyelidiki pergerakan obat dalam tubuh ialah konsentrasi plasma, masa paruh, karakteristik distribusi, produk biotransformasi, dan ekskresi.

Visi dan Misi

Friday, 02 November 2018 02:23

Visi

  • Menjadi klinik kesehatan yang syariah untuk kemaslahatan masyarakat, bangsa dan negara
  • Menjadi klinik kesehatan yang terpercaya sebagai solusi pilihan seluruh umat manusia di dunia

 

Misi

  • Mengedepankan aspek interaksi yang jujur, profesional, bermartabat, berbudi pekerti mulia berdasarkan prinsip keikhlasan, keterbukaan, toleransi, komunikasi dua arah, komitmen dan bertanggung jawab
  • Memberikan terobosan baru dalam aspek pengobatan yang tidak bertele-tele dan meresahkan masyarakat
  • Merubah cara pandang masyarakat tentang pengobatan non-medis yang selama ini dipandang hanya memanfaatkan pasien sebagai komoditas dagang
  • Memanfaatkan teknologi mutakhir sebagai sarana pendekatan komunikasi dan interaksi antarpasien dengan terapis dan masyarakat

 

Ucapan terima kasih disampaikan kepada:

  1. Republika (Jakarta)
  2. Seputar Indonesia (Jakarta)
  3. Tabloid Ibu Anak (Jakarta)
  4. Harian Pos Kota (Jakarta)
  5. Majalah Al Kisah (Jakarta)
  6. Tabloid Jelita (Jakarta)
  7. Sinar Harapan (Jakarta)
  8. Tribun Pekanbaru (Riau)
  9. Metro Riau (Riau)
  10. Riau Pos (Riau)
  11. Riau Mandiri (Riau)
  12. Media Riau (Riau)
  13. Riau Tribune (Riau)
  14. Tribun Batam (Kepri)
  15. Posmetro (Batam)
  16. Pekanbaru Pos (Riau)
  17. Harian Jogja (Yogyakarta)
  18. Majalah Djaka Lodhang (Yogyakarta)
  19. Majalah Misteri (Jakarta)
  20. Metro TV (Jakarta)
  21. Trans TV (Jakarta)
  22. Trans7 (Jakarta)
  23. TPI (Jakarta)
  24. Radio Pekanbaru 89,2 FM (Riau)
  25. Radio Discovery Minang 87,6 FM (Batam)
  26. Radio Kei 102,3 FM (Batam)
  27. Radio Idola 96,5 FM (Batam)

Diagnosis

Friday, 02 November 2018 02:21

Maraknya praktik-praktik pengobatan alternatif di tanah air kian membuat persepsi tentang pengobatan alternatif dianggap miring. Akibatnya banyak masyarakat yang menganggap pengobatan alternatif sebagai produk kampungan dan tidak benar.

Maraknya praktisi yang membuka pengobatan alternatif tidak bisa bertahan lama. Sebab manajemen yang mereka lakukan tidak jelas. Pokoknya asal sembuh dan banyak didatangi pasien tanpa memikirkan akibat dari praktiknya. Sadar atau tidak sadar kita sering terjebak dalam masalah ini.

Misalnya ada salah satu keluarga kita yang sakit lalu kita mencari informasi kepada kawan, tetangga atau browsing di internet. Akibat pikiran kita panik, kita sering mengabaikan akal sehat karena dorongan terburu-buru untuk memperoleh kesembuhan.

Kita datang kepada salah satu praktisi pengobatan alternatif, kita merasa yakin dan benar sendiri tanpa mengecek terlebih dulu kebenarannya. Akhirnya bukan kesembuhan yang didapatkan tapi malapetaka yang berkepanjangan. Semua praktisi pengobatan alternatif selalu mengaku dan mengklaim bisa mengobati semua jenis penyakit dan kadang menjelekkan praktisi lain.

Jika demikian, tidak ada bedanya antara dokter umum dan praktisi pengobatan alternatif. Mengapa? Akhirnya semua keluhan pasien yang datang diterima begitu saja. Celakanya, calon pasien diberikan janji-janji dan kantong pasien dikuras habis. Sebuah fenomena yang sudah tidak asing kita dengar dan kita lihat serta banyak korban-korbannya mengadu ke kantor polisi.

Konsep pengobatan yang tidak memiliki akurasi ditawarkan serba cepat dan harga yang ditawarkan sangat variatif. Mulai dari kelas emperan sampai kelas kakap yang mewah. Dan semuanya pada dasarnya masalah tampilan semata. Kita sering coba-coba tanpa memikirkan apa akibatnya?

Sebuah teori sederhana menyatakan kebanyakan pasien-pasien yang datang ke klinik pengobatan alternatif adalah mereka yang sudah melakukan beragam terapi kesehatan namun tidak ada hasilnya. Inilah latar belakang yang mendorong masyarakat mendatangi tempat-tempat tersebut.

Hal ini tidak bisa disalahkan sepihak, sebab keterbatasan informasi dan wawasan pengobatan yang disodorkan tidak menyeluruh. Di sinilah wajib diadakan penyuluhan kesehatan yang kontinyu sehingga masyarakat tidak terjebak dalam praktik-praktik pengobatan yang merugikan.

Jikalau di desa terpencil yang jauh dari komunikasi dan informasi, apakah mereka akan berpikir untuk browsing ke internet atau membaca iklan di koran? Tentu tidak, mereka akan bertindak cepat untuk mengobati penyakitnya.

Apabila ada cara medis maka mereka akan mendatangi klinik medis. Seandainya tidak ada? Anda sendiri sudah mengetahui jawabannya. Krisis multidimensi seperti saat ini banyak menciptakan sesuatu yang serba cepat (baca: karbitan).

Tidak menutup kemungkinan hal ini bisa berawal dari himpitan ekonomi, lilitan utang, dan bermacam-macam alasan lainnya. Para praktisi pengobatan alternatif kadang mengabaikan norma, aturan baku, dan standar medis. Sehingga pada praktiknya terjadi penyelewengan. Misalnya malapraktik, salah diagnosis, bahkan berujung kepada kematian.

Cerdas Mendiagnosis Penyakit

Melihat situasi dan kondisi seperti saat ini marilah kita berpikir logis, arif dan bijaksana. Kami mengajak kepada Anda sekalian untuk menjauhkan pikiran negatif dan prasangka. Ternyata tidak semua praktik-praktik pengobatan alternatif itu membahayakan dan hanya memanfaatkan pasien sebagai komoditas praktiknya.

Pertama, saya akan mengajak Anda untuk menyimpulkan suatu penyakit yang sedang diderita. Suatu misal sakit kepala yang hebat, maka Anda bisa menyimpulkan hipertensi atau migrain. Ya benar, ini bisa disebut hipertensi atau migrain, sebuah diagnosa yang sederhana dari Anda sendiri.

Langkah apa selanjutnya? Anda pasti akan mengambil obat-obatan medis lalu meminumnya atau justru membiarkannya. Beberapa jam kemudian penyakit Anda sembuh total. Namun tiba-tiba penyakit itu muncul kembali lalu Anda memberikan obat yang sama. Tetapi setelah beberapa jam kondisinya semakin parah, lalu Anda semakin panik dan bingung bukan?

Di sinilah kadang muncul ketidakstabilan kita dalam berfikir dan mendiagnosis penyakit kita. Anehnya lagi dikaitkan dengan hal-hal yang berbau non medis (baca: mistis). Inilah yang menuntun Anda untuk menyimpulkan kegawatan penyakit Anda. Dan Anda sendiri yang akan membawa diri Anda ke mana; dokter atau dukun atau paranormal?

Kedua, Anda sebenarnya sangat cerdas dalam menyimpulkan penyakit itu. Karena Anda sudah tepat dalam menawarkan penyakitnya. Walau beberapa saat kemudian penyakit itu kambuh lagi. Menurut hemat saya, ketika penyakit Anda ini bersifat medis murni, maka jawabannya adalah Anda harus pergi ke dokter untuk mengonsultasikan penyakitnya.

Tujuannya supaya diambil tindakan medis lainnya agar penyembuhan penyakit Anda bisa tertangani dengan baik dan cepat. Kenapa harus ke dokter? Alasannya adalah Anda mengalami sakit kepala hebat lalu setelah Anda minum obat ternyata penyakit itu dan hilang total.

Ketiga, apabila Anda ingin menyimpulkan penyakit-penyakit yang berkaitan bukan karena medis, Anda harus bertanya kepada pegawai Kementerian Agama atau Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau membaca buku-buku agama yang berkaitan dengan sihir atau literatur buku lain yang mendukung pembahasan masalah ini.

Sehingga Anda tidak terjebak dalam kekeliruan. Sebab penyakit medis dan non medis itu sangat jelas perbedaannya dan lain cara penyembuhannya. Semoga Anda tidak salah memilih obat dan metode pengobatan.

Proses Terapi

Friday, 02 November 2018 02:19

Pasien yang datang ke rumah sehat Bengkel Manusia diminta menjelaskan keluhannya dengan jujur. Kami akan mendiagnosis gangguan yang sedang diderita. Selanjutnya, pasien akan dicek tekanan darahnya.

Apabila pasien pernah melakukan medical check up ke laboratorium atau dokter, kami akan meminta menunjukkan hasil rekaman laboratoriumnya. Setelah itu, kami menentukan titik-titik terapinya untuk dilakukan penanganan selanjutnya.

Melalui tahapan-tahapan pra terapi, pasien memasuki ruangan khusus untuk terapi. Pasien duduk di kursi yang sudah disediakan. Jika tidak bisa duduk maka diperbolehkan berbaring. Penanganan selama terapi disesuaikan dengan calon pasien.

Paling penting calon pasien merasakan kenyamanan dan ketenangan. Alat-alat yang disediakan sebelum terapi antara lain alat penghisap (cupping pump), pisau bedah steril (surgical blades), kasa steril, alkohol 70 persen, antiseptik, kaos tangan (hand glove), masker penutup wajah (face masker), pin, penjepit kasa steril, dan tempat pembuangan sampah.

Sebelum dilakukan diterapi, titik-titik yang akan diterapi terlebih dahulu dibersihkan dengan alkohol dan diolesi antiseptik. Selanjutnya diletakkan kop selama 2-3 menit. Jika keadaan permukaan kulit sudah mengeras, kop yang menempel dibuka kembali.

Pengerasan di bagian bekas kop dinamakan anastesi lokal. Setelah keras, permukaan itu digores tidak lebih dari 0,09 milimeter dan sepanjang 4 milimeter. Selanjutnya dihisap lagi selama kurang lebih tiga menit.

Pada proses ini akan keluar cairan oksidan yang berwarna gelap dan tidak beraroma. Inilah yang disebut dengan penyedotan limbah dari dalam tubuh. Penghisapan ini dilakukan berulang-ulang pada titik-titik tersebut sampai bersih.

Setelah proses selesai, selanjutnya dioleskan antiseptik sebagai pelindung permukaan kulit yang sudah dikop. Untuk terapi lanjutan, boleh diambil pada titik-titik yang sama minimal tujuh hari setelah terapi yang pertama. Untuk titik-titik yang lain boleh diambil setelah 3x24 jam.

Setiap alat yang sudah digunakan untuk menerapi pasien, alat tersebut dicuci dengan air yang mengalir dari keran. Kemudian diberikan cairan pembunuh mikroorganisme dengan zat-zat antiseptik lainnya. Untuk pisau, sarung tangan, kasa steril hanya digunakan sekali pakai.

Setiap pasien hanya boleh digores dengan satu pisau. Penggoresan bukan ahli akan merobek lapisan kulit lainnya. Sehingga bisa mengeluarkan cairan-cairan yang seharusnya tidak boleh keluar. Untuk itu, sebagai calon pasien wajib bertanya kepada terapisnya sudah berapa lama membuka praktik?

Terapi seperti ini hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang ahli dan menguasai serta pengalaman di bidangnya. Sebelum melakukan terapi, Anda diwajibkan bertanya mengenai biaya pengobatannya. Akad biaya wajib ditanyakan sebelum terapi. Jika biaya dirasakan tidak masuk akal dan memberatkan, sebaiknya Anda melakukan penawaran.

Dalam pengobatan ini tidak mengenal istilah mahar. Selain itu, pengobatan dengan cara ini tidak membutuhkan biaya ratusan juta. Dengan biaya ratusan ribu sampai sekian juta, Insya Allah Anda sudah bisa merasakan pengobatan sekaligus membayar jasa terapisnya.

Sebagai catatan, jika Anda ingin berobat, disarankan bertanya-tanya tentang manfaat, efek samping, dan segala sesuatu yang berkenaan dengan proses pengobatan. Termasuk pantangan sebelum dan sesudah terapi.

Selama proses terapi, dari hasil penggoresan permukaan kulit akan dilepaskan zat yang sifatnya mirip dengan histamin (H-Substance). Dalam pandangan medis, zat ini disebut dengan histamin.

Selama reaksi hipersensitivitas, selain histamin juga dilepaskan autakoid lain, seperti serotonin, plasmakinin, dan Slow Reacting Substance (SRS). Histamin menimbulkan anafilaksis, pruritus, utikaria, angioedema, dan hipotensi.

Demikian penjelasan mengenai pengobatan dengan metode hijamah. Kami tegaskan bahwa metode pengobatan ini adalah milik Allah dan Rasul-Nya. Anda tidak berhak mengklaim metode pengobatan ini sebagai milik individu, golongan, atau kelompok.

Manfaat Terapi

Friday, 02 November 2018 02:17

Oxidant Releasing Therapy atau terapi oksidan ini bisa digunakan untuk terapi pencegahan (preventif) dan terapi pengobatan (kuratif).

Metode ini mampu membangkitkan sistem imunitas Anda yang maksimal (alami) tanpa harus menggunakan suplemen (obat kimiawi).

Orang yang sehat juga akan mengalami penumpukan toksin dan zat-zat beracun yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Oxidant Releasing Therapy hadir untuk Anda, bersama kami Anda dapat melakukan terapi pengobatan beragam penyakit.

Seperti penderita hipertensi, tekanan darah rendah (hipotensi), jerawat (acne vulgaris), (diabetes: ketoasidosis diabetik, koma hiperosmolar diabetik nonketotik, asidosis asam laktat, hipoglikemia), dan asma bronkial.

Sedangkan kadar LDL dan trigliserida meninggi dalam darah: (kolesterol HDL meninggi dalam darah), penyakit jantung, penyakit-penyakit saluran kemih (sistitis, pielitis, pielonefritis, batu ginjal), stroke juga bisa diterapi dengan cara ini.

Oxidant Releasing Therapy dapat juga untuk mengobati gangguan psikiatrik antara lain; depresi, gangguan kepribadian, gangguan makan, kecemasan, dan skizofrenia.

Selain itu untuk kesehatan reproduksi terapi oksidan dapat mengobati juga gangguan fungsi seks (disfungsi seksual), kemandulan atau ketidaksuburan (infertilitas), frigidnitas, dan penyakit lain-lainnya.

Oxidant Releasing Therapy Center hadir di Solo tahun 2000, Jakarta Pusat tahun 2004, di Batam sejak Januari 2006 dan siap melayani berbagai keluhan penyakit Anda, baik medis atau non medis.

Pengantar Redaksi

Friday, 02 November 2018 02:09

Di tengah-tengah kegelisahan dan keterpurukan yang sedang melanda negeri ini, Kami mencoba menghadirkan metode pengobatan alamiah. Cara berobat yang sederhana dan bersumber kepada syariat dan misykat nubuwwah. Tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya.

Hanya penyakit tua dan kematian yang tidak dapat disembuhkan. Dengan inovasi yang tiada berkesudahan Kami mencoba menawarkan penyembuhan dengan cara hijamah.

Metode penyedotan dan pembuangan kotoran (toksin dan racun) dari dalam darah. Berdasarkan niat ikhlas dan lurus, Kami menghadirkan teknik pengobatan ini dengan pewarnaan dan teknik yang berbeda.

Berpijak kepada keahlian, ketelitian, kehati-hatian dan proses pembelajaran yang sangat panjang akhirnya Kami mencoba menyuguhkan kembali pengobatan ini dengan nama Oxidant Releasing Therapy.

Tanpa mengurangi rasa hormat bagi para pendahulu-pendahulu Kami yang sudah mengembangkan metode hijamah dari zaman kenabian sampai akhir zaman. Kami mencoba memberikan sedikit pencitraan, pewarnaan, dan teknik yang berbeda agar metode dan cara pengobatan ini tidak dipandang murahan, remeh, dan kampungan.

Semoga para pendahulu dan praktisi hijamah selalu mendapatkan tempat yang layak disisi Allah Ta'ala dalam berproses dan beraktifitas. Sehingga di mata masyarakat dinilai sebagai manusia yang memiliki brand new limited edition.

Jayalah kita di manapun berada yang senantiasa menjaga kesucian hati dalam beramal untuk kemaslahatan, kesehatan bangsa, dan negara Indonesia serta dunia.

Salam sehat,

Candra P. Pusponegoro
(Grand Master Bekam & Ruq'yah Indonesia)

Page 1 of 32