Tinjauan Terapi Oksidan Secara Medis 1 Featured

Tuesday, 25 November 2014 00:00 Written by  Published in Ilmiah Read 2563 times

Pengobatan bekam (terapi oksidan) semakin meramaikan dunia kesehatan di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, di Amerika Serikat metode bekam sudah dilakukan oleh beberapa aritis ternama di Hollywood.

Di antaranya aktris Demi Moore dan Gwyneth Paltrow. Termasuk Britney Spears yang pernah dibekam oleh Dokter Petra Zizenbacher dari Vienna Austria. Petra adalah ahli pengobatan herbal yang menerapkan metode bekam (cupping) dan lintah (leech therapy)

Apa itu bekam? Pengobatan alternatif yang menawarkan penyembuhan berbagai macam penyakit. Harganya relatif terjangkau dari pengobatan medis konvensional.

Pengobatan bekam berasal dari Timur Tengah. Kata bekam sendiri merupakan terjemahan dari kata hijamah dalam Bahasa Arab yang merupakan asal kata dari al-hajmu yang berarti membekam.

Pemaknaan al hijamah atau bekam diartikan sebagai penghisapan darah dengan alat menyerupai tabung. Yakni mengeluarkan darah dari permukaan kulit dengan penyayatan.

Dengan melakukan penghisapan atau vakumisasi maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan atau kop. Sehingga terjadi drainase (pengaliran) cairan tubuh berlebih (darah kotor) disertai toksin.

Selanjutnya bekam menghilangkan perlengketan atau adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah kaya oksigen (bersih) ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.

Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit. Seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migrain, vertigo, anxietas (kecemasan) dan penyakit umum bersifat fisik, atau mental.

Bekam dibedakan melalui dua jenis, yakni bekam kering (hijamah jaffah) dan bekam basah (hijamah rotbah). Proses bekam kering hanya dilakukan penghisapan permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor.

Bekam kering untuk melegakan sakit secara darurat. Bisa juga digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik atau penyakit-penyakit penyebab kenyerian punggung.

Seringkali bekam jenis ini diaplikasikan kepada orang yang takut pisau bedah dan takut melihat darah. Kulit yang dibekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama tiga hari atau sampai seminggu.

Berbeda dengan bekam basah. Proses bekam jenis ini dilakukan setelah melakukan bekam kering kemudian dilanjutlan dengan menggores permukaan kulit dengan pisau bedah steril dengan kedalaman 0,09 milimeter.

Kemudian dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah. Darah yang keluar merupakan darah kotor. Lamanya setiap hisapan tiga sampai empat menit.

Meskipun ilmu medis Timur sudah mengenal teknik cupping (kop), mereka melakukannya tanpa mengeluarkan darah. Ilmu medis Barat pun turut mengamini kemasyhuran teknik cupping yang sangat membumi.

Namun medis Timur dan Barat belum dapat menemukan manfaat dan tujuan dari pengeluaran darah yang terdapat pada terapi bekam. Berbalik alasan, justru yang dikhawatirkan adalah pengeluaran menjadi hal yang berbahaya atau tidak.

Berbeda lagi dengan pernyataan peneliti dari Damaskus yang menyatakan terdapat manfaat kesehatan dari pengeluaran darah dari terapi bekam. Apakah manfaatnya? Silakan Anda baca: Tinjauan Terapi Oksidan Secara Medis II

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | Tel. (+62) 778-4801831 & (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi NPWP 74.941.304.3-225.000 Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi & Yayasan An Nubuwwah Batam www.an-nubuwwah.or.id SK Kemenkumham RI Nomor AHU-0032582.AH.01.04.Tahun 2016 NPWP 80.269.773.0-215.000