Bekam Obati Kecanduan Rokok Featured

Written by  Published in Medis Read 22669 times

Kebiasaan buruk merokok bisa memicu terbentuknya oksidan (radikal bebas). Sebab di dalam kandungan rokok itu terdapat produktivitas H2O2 meningkat secara drastis.

Jika hal itu terjadi maka antioksidan akan menurun. Zat racun di dalam rokok, seperti H2O2 akan merusak spektrin (kulit sel darah merah) bahkan deformabilitas (elastisitas) eritrosit menurun tajam. Jika eritrosit tidak elastis maka ia tidak mampu melewati mikrovaskuler (kapiler). Akibatnya terjadi gangguan oksigenasi sel.

Seperti yang dipaparkan oleh alumni S2 bidang llmu Kedokteran Dasar (Patobiologi) Program Pascasarjana, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur tahun 2010, Wahyudi Widada, S.Kep, M.Ked.

Kajian ilmiahnya ini dipaparkan dalam acara Talkshow Tribun Batam Ramadan di Mega Mall, Batam Centre, Provinsi Kepri, Selasa (16/8/2011) lalu.

"Terapi mengeluarkan darah dari permukaan kulit atau bekam merupakan cara pengobatan yang sangat hebat. Prinsip kerjanya mengeluarkan darah dari area tertentu melalui media punggung atau bagian lainnya.

Ketika darah dihisap keluar melalui alat maka kandungan sel-sel darah yang rusak akan diganti (regenerasi sel darah merah) oleh ginjal dan sumsum tulang," ujar Wahyudi Widada, S.Kep, M.Ked.

Dalam tesis yang pernah dibuat tahun 2009 lalu, bekam bisa menyetimulasi produksi eritrosit baru dan mengganti eritrosit lama yang dikikis karena terpapar oksidan.

Jenis penelitian yang pernah dilakukan itu, lanjut dia, bersifat quasy experimental. Pada penelitiannya, pembagian kelompok subjek penelitian dibagi menjadi dua.

Pertama Kelompok K-0 sebagai kontrol. Caranya dilakukan dua kali pengambilan darah pada vena mediana cubiti. darah diambil sebanyak 4 mililiter (4 cc) yang dilakukan pada hari pertama dan hari ke-15.

Selanjutnya kelompok K-1 dilakukan sebagi kelompok perlakuan 15 menit sebelum bekam dan 15 hari setelah bekam diambil darah melalui vena mediana cubiti sebanyak 4 mililiter.

Kesimpulan dari penelitian (tesis) dia selama ini mengungkapkan nilai deformabilitas eritrosit sebelum perlakuan terendah 85,39 persen dan tertinggi 99,05 persen serta rerata 93,27 persen.

Nilai deformabilitas eritrosit sesudah perlakuan adalah terendah 91,05 persen, tertinggi 99,56 persen serta rerata 96,72 persen.

"Selain niat yang kuat, dengan terapi bekam bisa mengurangi rasa kecanduan pada seseorang yang sudah lama ingin berhenti merokok," ujar Wahyudi Widada, S.Kep, M.Ked.

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | Tel. (+62) 778-4801831 & (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi NPWP 74.941.304.3-225.000 Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi & Yayasan An Nubuwwah Batam SK Kemenkumham RI Nomor AHU-0032582.AH.01.04.Tahun 2016 NPWP 80.269.773.0-215.000