Dua Kali Terapi, Kista Rontok dan Hamil Featured

Wednesday, 24 June 2015 00:05 Written by  Published in Testimoni Read 4310 times

Mioma atau kista yang masih kecil bisa diobati dengan Terapi Oksidan. Alhamdulillah, atas izin dan karunia Allah, seorang wanita datang bersama suaminya mengeluhkan ada kista yang ukurannya sampai 3,8 cm.

Saat datang ke salah dokter di Batam dan diperiksa, si dokter mengatakan kepada si wanita agar segera melakukan operasi. Alasannya, jika tidak dioperasi akan sulit memiliki keturunan. Mendengar kata operasi, si wanita tadi takut dan bingung harus bagaimana?

Usai ke dokter, suaminya ikut-ikutan bingung dan terkejut. Pertama, setelah mengetahui isterinya terkena kista dan tidak bisa memiliki anak. Kedua, untuk operasi biayanya terbilang mahal. Sedangkan gaji suaminya pas-pasan.

Tidak lama kemudian, suaminya iseng-iseng browsing di internet dan menemukan pengobatan dengan metode bekam ala Terapi Oksidan. Esok harinya, sang suami menelepon saya dan konsultasi tentang penyakit yang diderita oleh isterinya itu.

Kala itu, suaminya agak ragu apakah mungkin hanya dengan disedot darahnya bisa sembuh kistanya dan bisa memiliki keturunan. Saya sebagai seorang tabib mengatakan bahwa jika Anda yakin, maka akan diperoleh kesembuhan.

Setelah berdiskusi lama melalui telepon, keesokan harinya saya diminta datang ke daerah Tiban Palem Batam. Selama hampir satu jam kami melakukan diskusi dan meyakinkan kepada calon pasien dan keluarganya yang penasaran dengan hijamah.

Awalnya, si istri takut mendengar kata sayatan atau goresan. Tidak bisa dibayangkan nanti jika kulitnya dilukai. Saya yakinkan lagi, bahwa goresan pisau hijamah atau Terapi Oksidan hanya 0,09 mm saja. Setelah meyakinkan tidak ada masalah, diapun bersedia diterapi dan didampingi suaminya.

Setelah digores dan dilakukan penyedotan, tiba-tiba pasien kunang-kunang. Saya cek tekanan darah melalui alat tensi dan hasilnya normal. Setelah itu alat cupping saya lepas dan dibaringkan di atas tilam. Saya mencoba meruqyah, si pasien meronta-ronta.

Hampir 20 menit proses ruqyah dan tidak lama pasien sadar. Kemudian saya teruskan lagi proses hijamah sampai selesai. Pasien merasakan nyaman dan enak badannya. Dia mengatakan rasanya sudah plong dan ringan sekali.

Saya juga amati pada bagian wajah, terutama di sekitar mata sudah bersih. Awalnya ada sedikit tanda cekungan hitam. Empat hari setelah proses terapi pertama, istri tadi diterapi lagi. Kali ini suaminya ikut terapi juga, suaminya mengatakan hal yang sama. Merasakan enak, ringan, dan segar.

Setelah itu saya sampaikan kalau ingin terapi sekitar tiga minggu lagi. Rupanya hampir sebulan lebih tidak ada kabarnya. Tiba-tiba saya mendengar kabar melalui pesan singkat (sms) kalau istrinya minta sesuatu yang aneh-aneh dan sering mual.

Saya katakan melalui sms kepada suaminya, barangkali istri Anda sedang ngidam. Coba dilakukan pengetesan kehamilan. Usai smsan, suaminya menuju apotik untuk beli alat tes kehamilan. Esok hari, sekitar pagi pukul 9.00 WIB, suaminya langsung telepon saya.

“Pak, istri saya ternyata hamil, terima kasih ya Pak. Saya sekarang yakin dengan pengobatan yang Bapak lakukan,” ujarnya melalui telepon sambil kegirangan.

Mendengar ucapan ditelepon, saya hanya senyum-senyum saja. Dalam batin, saya cuma berkata lha wong hijamah sudah dijamin kesembuhannya, kok masih nggak percaya? Alhamdulillah, ternyata dengan terapi hijamah ibu itu hamil.

Tentang Mioma dan Kista    

Mioma dan kista beda pemahamannya. Kadang, seorang wanita menganggap mioma sama saja dengan kista. Padahal, istilah ini sangat berbeda. Mioma uteri merupakan tumor jinak dari miometrium (otot rahim).

Berdasarkan letaknya, mioma uteri bisa dibagi menjadi tiga, yakni mioma intramural (di dalam otot rahim), subserosa (di bawah lapisan serous, menonjol ke arah rongga perut), dan juga submukosa (menonjol ke arah rongga rahim).

Sedangkan kista indung telur merupakan suatu massa berisi cairan, bisa kental seperti gel (mukus) atau bisa juga cair (serous). Kista ini diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium yang tidak bisa dikeluarkan. Akhirnya tertampung dan semakin lama tumbuh membesar.

Penyebab mioma menurut sebagian ahli, mereka berpendapat, mioma uteri terjadi karena adanya perangsangan hormon estrogen terhadap sel-sel yang ada pada otot rahim. Mioma uteri ini akibat pengaruh estrogen. Makanya, sangat jarang ditemukan pada anak-anak usia pubertas dan nyaris tidak pernah.

Anak usia ini, kan, belum ada rangsangan estrogennya. Sementara pada wanita menopause, mioma biasanya mengecil, karena estrogen sudah berkurang. Sementara penyebab kista dan endometriosis belum diketahui secara detail. Belum ada alasan apakah kista disebabkan oleh kelenjar yang tersumbat sehingga menjadi besar atau hal lain.

Untuk mengenali gejala kista atau mioma, ada beberapa gejala yang hampir sama dan harus diwaspadai, di antaranya;

  • Nyeri haid hebat dan terus-menerus
  • Pembesaran di perut. Kadang-kadang, kalau masih kecil, belum teraba. Tapi, semakin besar akan teraba seperti adanya benjolan
  • Muncul gejala-gejala penekanan akibat pembesaran kista atau mioma. Misalnya, ke depan menekan kandung kencing, ke belakang ke rektum. Akibatnya, muncul gangguan buang air besar dan buang air kecil
  • Pada mioma uteri, jika ukurannya besar, bisa menekan organ-organ sekitarnya
  • Jika kista bertangkai, bisa muncul nyeri perut tiba-tiba, bahkan muntah-muntah akibat tangkai kista yang terpuntir
  • Bisa juga membuat luas permukaan endometrium menjadi lebih tebal, sehingga haid jadi lebih banyak. Ini karena kontraksi rahim berkurang atau terganggu sehingga perdarahan saat mens lebih banyak
Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | Tel. (+62) 778-4801831 & (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi NPWP 74.941.304.3-225.000 Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi & Yayasan An Nubuwwah Batam www.an-nubuwwah.or.id SK Kemenkumham RI Nomor AHU-0032582.AH.01.04.Tahun 2016 NPWP 80.269.773.0-215.000