Pasien RSJ di Kota Bengkulu Sembuh 1 Featured

Friday, 29 May 2015 00:00 Written by  Published in Testimoni Read 1315 times

Mengamuk dan tidak sadar akan keberadaan dirinya menimpa salah seorang pasien di Kota Bengkulu. Sebutlah Afsheen Myesha (nama samaran).

Sebelum dirawat di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Soeprapto Jalan Bhakti Husada Lingkar Barat Kota Bengkulu bulan Mei 2015, Afsheen Myesha sehat dan tidak mengalami gangguan jiwa.

Namun setelah berjumpa salah seorang temannya di Jakarta, Afsheen Myesha terganggu kejiwaannya. Beberapa kali Afsheen Myesha mengalami halusinasi, emosi, dan depresi.

Dia sering marah dan mengamuk kepada orang terdekatnya. Kadang-kadang dia menelepon orang-orang yang dikenalnya lalu dimarah-marahi. Kejadian tidak wajar dilakukan Afsheen Myesha selama beberapa hari di Jakarta.

Oleh karena tindakannya meresahkan, suaminya memulangkan Afsheen Myesha ke tanah kelahirannya di Kota Bengkulu. Sebelum dipulangkan, kala di Jakarta, suaminya pernah meminta tolong seorang tabib.

Namun, Allah belum berkehendak untuk menyembuhkannya. Kondisi Afsheen Myesha justru semakin parah. Khawatir keadaan Afsheen Myesha berlarut-larut, akhirnya keluarga membawa Afsheen ke rumah sakit jiwa untuk penanganan lebih lanjut.

Selama dirawat, tindakan Afsheen Myesha di luar kendali. Menurut keluarga besarnya, perangai Afsheen Myesha tidak pernah seperti itu. Keluarga juga menceritakan bahwa dari nenek moyang atau keturunan belum pernah mengalami gangguan seperti itu.

Tentu saja penyakit Afsheen Myesha membuat keluarga khawatir. Saat dirawat di RSJKO Kota Bengkulu, salah satu keluarganya mengisahkan Afsheen Myesha sering marah dan menceramahi para penghuni RSJKO. Dokter dan perawat juga menjadi sasaran perilaku ganjilnya.

“Pagi setelah azan Subuh, dia (Afsheen Myesha) sering mengetuk pintu penghuni kamar RSJKO lainnya untuk dibangunkan salat. Semua penghuni RSJKO dibangunkannya. Kalau belum bangun, dia terus mengetuk pintu berulang-ulang,” ujar salah satu kerabatnya belum lama ini.

Ada juga tindakan aneh lain yang pernah dilakukannya selama di RSJKO. Ketika Afsheen Myesha berjumpa dengan dokter dan perawat yang mengenakan jam tangan di tangan kirinya langsung diceramahi. Katanya, tidak boleh mengenakan jam di tangan kiri.

“Dokter, tidak baik kalian memakai jam tangan di tangan kiri. Harus dipakai di tangan kanan. Ayo dipindah ke tangan kanan jamnya,” ucap salah satu keluarga saat menirukan perangai Afsheen Myesha yang tidak wajar.

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam... (Asli Pisau)! Pengobatan Khusus Diabetes, Ginjal, Jantung, Skizofrenia, Penyakit Medis Lainnya & Non Medis (Gangguan Jin & Setan) | Town House Anggrek Sari Blok G/2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Batam, Provinsi Kepri, Indonesia, 29463 | (+62) 812-6850-3533 & WhatsApp Only (+62) 813-2871-2147 | Email: info[at]terapioksidan[dot]com | Didukung CV. Rezeki Lumintu Abadi www.rezekilumintu.co.id & Yayasan An Nubuwwah Batam www.an-nunuwwah.or.id | Norek BRI 151-60-10000-24305 a/n CV. Rezeki Lumintu Abadi | Daftar Online Klik Di Sini!