Pasien RSJ di Kota Bengkulu Sembuh 4 Featured

Sunday, 31 May 2015 00:00 Written by  Published in Testimoni Read 1402 times

Juga diriwayatkan dari Ummu Salamah ra bahwa; “Nabi melihat seorang anak wanita di rumahnya (di rumah anak tersebut) di wajahnya ada cekungan hitam lalu Nabi Muhammad bersabda; “Bacakanlah ruqyah kepadanya karena pada dirinya ada pandangan” (HR. Bukhari (10/171) dan Muslim (2197).

Al Farra’ berkata; Suf’ah merupakan pandangan dari jin. Dari hadis di atas sangat nyata bahwa mata kedengkian juga terjadi dari jin sebagaimana terjadi dari manusia hingga dapat mengakibatkan kita sakit, mendapatkan celaka, dan kebinasaan.

Oleh sebab itu, setiap muslim harus meruqyah dirinya dengan menyebut nama Allah ketika melepas pakaiannya atau memandang cermin atau ketika melakukan pekerjaan apa saja untuk menolak gangguan jin terhadap dirinya baik berupa mata kedengkian ataupun lainnya.      

Tidak lama kemudian suami Afsheen Myesha meminta izin perawat dan dokter jiwa untuk keluar dari rumah sakit. Langkah ini saya sarankan sebelumnya. Sebab jika diobati di lingkungan RSJKO tentu akan menjadi persepsi yang lain.

Alhamdulillah, pukul 11.00 WIB kami dan seluruh keluarga Afsheen Myesha izin selama tiga jam. Alasannya untuk jalan-jalan. Tidak jauh dari RSJKO, kami singgah di salah satu kerabat Afsheen Myesha. Jarak rumah dengan RSJKO sekira 4 kilometer.

Sampai di rumah saudaranya itu, keluarga besar Afsheen Myesha sudah berkumpul. Lalu saya diminta memberikan penjelasan mengenai terapi dan teknik pengobatannya. Selama 15 menit diterangkan, akhirnya keluarga paham dan yakin akan kekuatan hijamah dan ruqyah.

Di tengah-tengah keluarganya Afsheen Myesha diobati. Mereka menyaksikan dengan seksama. Selama proses pengobatan, pada pundak bagian kiri atas Afsheen Myesha bergetar hebat. Kejadian ini berlangsung beberapa kali.

Suami Afsheen Myesha terheran-heran melihat kondisi tersebut. Usai diterapi, saya melanjutkan dengan ruqyah. Pada saat dibacakan surat Al Falaq, Afsheen Myesha tiba-tiba menangis. Hanya saja menangisnya tidak mengeluarkan air mata.

Dalam kondisi yang seperti itu, saya mencoba mensyahadatkan Afsheen Myesha. Alhamdulillah dia bersyahadat. Tidak lama kemudian Afsheen Myesha sadar. Setelah terlihat normal dan tanda cekungan mata (saf’ah) tidak ada, saya mencoba bertanya-tanya kepada Afsheen Myesha.

“Apakah Afsheen Myesha masih ingat dengan kejadian marah-marah di RSJKO kemarin?” tanya saya. Dia malah menjawab; “Lho, kapan saya marah? Saya bukan pemarah dan bukan tipe seperti itu,” ujar Afsheen Myesha menjawab pertanyaan saya.

Candra P. Pusponegoro

Bengkel Manusia, Bukan Sembarang Bekam...! Pusat Pengobatan Khusus Diabetes, Ginjal, Jantung, Skizofrenia, Medis & Non Medis (Gangguan Jin & Setan) | Anggrek Sari Blok G/2 Taman Baloi Batam Kota, Batam, Kepulauan Riau, Indonesia, 29463 | Call (+62) 812-6850-3533 & WA Only (+62) 813-2871-2147 | Didukung Yayasan An Nubuwwah Batam www.an-nunuwwah.or.id & CV. Rezeki Lumintu Abadi www.rezekilumintu.co.id | Daftar Online Klik Di Sini!